LintasButon.com – Wakil Bupati Buton, Syrifudin Saafa, ST, melakukan kunjungan duka ke rumah almarhumah Suria binti La Ode Naami di Desa Manuru, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sabtu (22 November 2025) sekitar pukul 11.15 WITA.
Kedatangan Wakil Bupati dilakukan setelah menghadiri undangan pernikahan anak dari Bapak La Unti. Setibanya di rumah duka, beliau disambut oleh tokoh masyarakat dan keluarga almarhumah yang masih berada dalam suasana duka mendalam.
Diketahui, almarhumah Suria binti La Ode Naami menghembuskan napas terakhir pada Jumat, 21 November 2025 pukul 11.05 WITA, setelah menjalani operasi akibat penyakit yang telah lama dideritanya. Jenazah akan dimakamkan pada hari ini, Sabtu (22/11/2025), di pemakaman umum Desa Manuru setelah menunggu kedatangan anak-anaknya dari luar daerah.
Suami almarhumah, Abdul Latif Kaimuddin, yang juga mantan Ketua BPD Desa Manuru, menyampaikan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian istrinya.
“Kami sangat terpukul atas kepergian istri dan ibu yang kami cintai. Beliau sosok yang penuh kasih sayang,” ucap Abdul Latif dengan nada haru.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Buton yang menyempatkan diri hadir di tengah kesibukan agenda pemerintahan.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati yang telah memberikan dukungan moral di tengah duka kami. Ini sangat berarti bagi kami,” tambahnya.
Sebelum kunjungan Wakil Bupati, Pemerintah Desa Manuru melalui PJ Kepala Desa, Iswanto, S.Pd., M.Pd, beserta perangkat desa juga telah menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhumah.
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Syrifudin Saafa menyampaikan doa serta dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Buton, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberi ketabahan,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Buton dalam mempererat hubungan emosional dengan masyarakat, terutama di saat mereka ditimpa musibah.
Suasana haru menyelimuti rumah duka hingga prosesi pemakaman.
Di tengah kondisi seperti ini, kehadiran pejabat daerah memang menjadi penguat bagi masyarakat—karena perhatian semacam ini sering kali lebih terasa hangat ketimbang janji-janji pembangunan yang kadang baru muncul ketika musim politik tiba. Setidaknya, di saat duka, masyarakat kembali diingatkan bahwa mereka tidak sepenuhnya berjalan sendiri.
Kru LintasButon – Nurlan








