LintasButon.com – Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Tingkat Nasional, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buton bersama Satpol PP kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara melaksanakan pengamanan terpadu di Kota Kendari mulai 9 Oktober hingga 19 Oktober 2025.
Kegiatan pengamanan terpadu ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antar daerah di bawah koordinasi Satpol PP Provinsi Sulawesi Tenggara, guna memastikan setiap rangkaian kegiatan STQH Nasional berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Buton melalui Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan personel Satpol PP Buton dalam pengamanan tersebut. Melalui Kasat Pol PP Kabupaten Buton, La Ode Muharram, pemerintah daerah turut berpartisipasi aktif dalam proses pengamanan dan koordinasi di lapangan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen menjaga nama baik daerah.
“Kami hadir bersama Satpol PP dari seluruh kabupaten dan kota di Sultra untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama STQH berlangsung. Ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum kebanggaan bagi seluruh daerah di Sultra, termasuk Kabupaten Buton,” ujar La Ode Muharram.
Pengamanan dilakukan di berbagai titik strategis, mulai dari area penginapan kafilah, lokasi perlombaan, hingga jalur lintasan peserta dan tamu undangan. Selain melakukan penjagaan dan patroli, personel Satpol PP juga berperan dalam memberikan pelayanan, pengaturan lalu lintas di sekitar arena, serta pengawasan terhadap kegiatan masyarakat di sekitar lokasi acara.
Kehadiran Satpol PP gabungan ini mendapat apresiasi dari panitia pelaksana, yang menilai bahwa kerja sama lintas daerah ini menjadi contoh baik dalam mewujudkan semangat “Sultra Aman, STQH Sukses.”
Di tengah lantunan ayat suci yang menggema di langit Kendari, para petugas berdiri menjaga ketertiban—seakan ikut menjaga makna dari setiap kalam Ilahi yang dibacakan.
STQH Tingkat Nasional di Kota Kendari diharapkan tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga memperkuat citra positif Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah yang aman, ramah, dan berakhlak Qur’ani.








