LintasButon.com – Program nasional yang menyasar peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak kembali menyentuh masyarakat pedesaan. Bertempat di Baruga Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, kegiatan kelas ibu dan kelas bayi serta balita resmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Juli 2025. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Wabula, Udin Ema, S.KM.

Dalam sambutannya, Udin Ema, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan program nasional di tingkat lokal, yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menurunkan angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB).
“Kegiatan ini adalah lanjutan dari program nasional yang kami terapkan di desa. Alhamdulillah, di Kecamatan Wabula ini kami laksanakan rutin tiap tahun. Tujuannya jelas—meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan balita,” ujar Udin Ema.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat serta kolaborasi yang baik antara pihak Puskesmas dan pemerintahan desa.
“Kami bersyukur, kegiatan ini mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat dan pemerintah desa. Ini sangat penting agar kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, seperti komplikasi kehamilan dan gizi buruk, dapat dicegah sejak dini,” tambahnya.
Sebagai bentuk pelayanan menyeluruh, Puskesmas Wabula juga membantu masyarakat dalam memastikan keaktifan BPJS Kesehatan sebelum persalinan.
“Kami selalu mengecek dan memastikan kartu BPJS aktif. Jika ada ibu hamil mau melahirkan, kami bantu fasilitasi agar tidak ada hambatan dalam pelayanan. Alhamdulillah, di wilayah kami semua berjalan lancar,” tegasnya.
Dari pusat program diturunkan,
Kelas ibu dan balita dilaksanakan.
Kepedulian negeri tak disembunyikan,
Untuk generasi yang terus ditumbuhkan.
Dengan ilmu dan tangan terbuka,
Puskesmas hadir tiada lelahnya.
Melayani tulus tanpa cela,
Demi masa depan bangsa tercinta.
Menutup keterangannya, Udin Ema berharap seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Wabula, khususnya di desa-desa terpencil, memiliki akses jaminan kesehatan agar tak satu pun warga tertinggal dari pelayanan dasar yang hakiki.
“Harapan saya, seluruh warga, tanpa terkecuali, memiliki kartu jaminan kesehatan. Dengan itu, semua bisa memperoleh layanan kesehatan yang layak,” pungkasnya.









