Butonpos.com – Pemerintah Desa Manuru memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 dengan penuh khidmat dan nuansa budaya melalui rangkaian kegiatan sakral. Salah satu agenda utama dalam perayaan tersebut adalah ziarah ritual ke makam Sultan Buton ke-VI, La Buke, yang berada di wilayah Desa Manuru, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton.

Acara yang digelar pada Jumat, 20 Juni 2025 ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, mulai dari Muspika Kecamatan Siotapina, tokoh adat Bonto Kumbewaha, tokoh masyarakat, perangkat desa, karang taruna, hingga masyarakat umum. Tampak hadir Camat Siotapina Muh. Ridwan, S.H., Kapolsek Sampuabalo Syahrir, S.H., M.H., serta Danramil yang diwakili oleh Babinsa Manuru, Praka Ld. Rudi, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya lokal.
Penjabat Kepala Desa Manuru dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HUT ke-19 ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas sejarah dan budaya masyarakat setempat.
“Ziarah ke makam Sultan La Buke adalah bentuk penghormatan kami terhadap sejarah panjang Kesultanan Buton dan keterkaitannya dengan Desa Manuru. Ini warisan yang harus terus dijaga oleh generasi muda,” ungkapnya.
Prosesi ziarah diawali dengan doa bersama di makam Sultan La Buke, dilanjutkan dengan pembacaan sejarah singkat tentang sang sultan oleh tokoh adat Bonto Kumbewaha serta narasi sejarah Desa Manuru. Suasana tampak khusyuk dan penuh penghormatan, sementara masyarakat yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi terhadap seluruh rangkaian kegiatan.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan desa selama 19 tahun terakhir, turut diumumkan pula para juara lomba seni budaya tradisional lokal yang sebelumnya telah digelar sebagai bagian dari perayaan HUT.
Camat Siotapina dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya sangat bernilai edukatif dan inspiratif.
“Ini adalah langkah positif dalam membangun kesadaran sejarah di tengah masyarakat. Semoga Desa Manuru terus berkembang dan menjadi contoh dalam pelestarian budaya,” ujarnya.
Peringatan HUT Desa Manuru ke-19 ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga dan pemangku kebijakan di Kecamatan Siotapina. Di balik nuansa sakral, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan desa yang berdaya saing, berbudaya, dan berkarakter.
Dalam kesempatan tersebut, PJ Kepala Desa Manuru juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Buton agar lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur desa, akses jalan, serta pengembangan potensi wisata sejarah yang dimiliki Desa Manuru, termasuk makam Sultan La Buke yang dinilai layak menjadi destinasi ziarah sejarah dan budaya.
“Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan desa, terutama dalam infrastruktur dan sektor pariwisata berbasis budaya. Ini penting untuk masa depan Desa Manuru,” pungkasnya.








