LintasButon.com — Dalam rangka menyambut pesta adat Kondowa, masyarakat Desa Kondowa bersama masyarakat Desa Dongkala, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, melaksanakan kegiatan pembersihan lokasi situs budaya Benteng Liwu Kondowa yang berlangsung pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting menjelang pelaksanaan pesta adat yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal.
Pembersihan situs budaya tersebut dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan tokoh adat, pemerintah desa, pemuda, serta masyarakat dari Desa Kondowa dan Desa Dongkala. Mereka bahu-membahu membersihkan area benteng dari semak belukar dan sampah sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya peninggalan leluhur.

Menurut keterangan sala satu Anggota BPD Desa Kondowa Dedy menuturkan bahwa Benteng Liwu Kondowa bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan merupakan bukti sejarah berdirinya Khadie Kondowa pada masa lampau. Benteng ini juga diketahui sebagai salah satu dari 72 Khadie dalam wilayah Kesultanan Buton, yang memiliki peran penting dalam sistem pemerintahan dan pertahanan adat Kesultanan Buton.
Keberadaan Khadie Kondowa tersebut diperkuat dengan surat pernyataan resmi Lembaga Adat Kesultanan Buton, yang menegaskan bahwa Khadie Kondowa adalah bagian sah dari Khadie-Khadie dalam Kesultanan Buton dan berada di wilayah Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Surat pernyataan tersebut ditandatangani langsung oleh Sultan Buton LM Samsul Qamar, serta diketahui oleh Syara Pangka Kesultanan Buton.
Dengan adanya bukti fisik Benteng Liwu Kondowa dan dokumen resmi Kesultanan Buton, masyarakat menegaskan bahwa informasi yang berkembang di media sosial oleh oknum tertentu yang menyebut Kondowa tidak memiliki Khadie adalah tidak benar, keliru, dan menyesatkan.
Selain itu, Benteng Liwu Kondowa hingga kini terus dijaga dan dirawat secara turun-temurun oleh masyarakat, melalui kegiatan gotong royong, pembersihan rutin, serta ketentuan adat yang melarang segala bentuk perusakan situs sejarah. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga marwah adat dan warisan leluhur.
Kegiatan pembersihan situs budaya ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami dan menghargai sejarah daerah. Keterlibatan pemuda dari Desa Kondowa dan Dongkala diharapkan mampu menjadi penerus penjaga nilai-nilai adat dan sejarah Khadie Kondowa.
Pesta adat Kondowa yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat diharapkan berlangsung khidmat dan penuh makna, sekaligus menjadi momentum mempertegas jati diri Khadie Kondowa sebagai bagian sah dari 72 Khadie Kesultanan Buton, baik secara adat, historis, maupun kelembagaan.

Di Kondowa, leluhur mengajarkan bahwa sejarah tidak dipertahankan dengan perdebatan, tetapi dengan perbuatan. Maka ketika ada yang sibuk meragukan keberadaan Khadie Kondowa, masyarakat justru memilih menyapu benteng, merawat batu, dan menjaga tinggalan leluhur. Sebab bagi orang Kondowa, adat bukan untuk diributkan di media sosial, melainkan untuk dijaga di tanahnya sendiri. Benteng Liwu Kondowa tetap berdiri—tenang, diam, dan setia—sebagai saksi bahwa sejarah tidak pernah hilang, kecuali bagi mereka yang sengaja memilih untuk lupa.








