LintasButon.com – Di balik senyum ceria ribuan siswa di Kabupaten Buton pagi itu, ada secercah harapan yang tumbuh dari dapur sederhana bernama Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Awainulu. Senin, 4 Agustus 2025, menjadi momentum bersejarah dimulainya layanan makan bergizi gratis bagi pelajar—sebuah pengabdian nyata dari pemerintah untuk masa depan anak negeri.
Peresmian dapur ini dihadiri oleh sejumlah tokoh yang mewakili kepedulian lintas sektor. Pj. Sekda Buton, La Ode Syamsuddin, S.Pd., M.Si., hadir mewakili Bupati Buton, bersama jajaran Forkopimda seperti Danramil 1413-02/Pasarwajo Kapten Inf. Nelson Amirullah, Kasat Intel Polres Buton Iptu Musrifin, S.P., serta pejabat instansi vertikal dan OPD teknis seperti Kepala Kemenag Baubau H. Mansur, S.Pd., MA, Asisten II Setda Buton Nanang La Kaungge, SKM., M.Si, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Buton La Lodi, S.P., M.Si.

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Buton yang akrab disapa Bang Sam menyampaikan bahwa hadirnya program MBG adalah bukti bahwa pemerintah tak sekadar menjalankan tugas, tetapi juga mengabdi dengan hati.
“Program ini bukan sekadar pembagian makanan. Ini adalah bentuk kasih sayang negara kepada anak-anak kita. Sebab, tak semua orang tua mampu memberi gizi yang cukup. Maka, kehadiran dapur ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata untuk mereka yang membutuhkan,” tuturnya dengan nada haru.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan perut, lanjutnya, makanan bergizi adalah fondasi utama tumbuhnya generasi yang cerdas dan tangguh. Ia menekankan bahwa buah dari program ini mungkin baru terasa dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, saat anak-anak hari ini tumbuh menjadi pemimpin masa depan.
“Kalau gizinya terpenuhi, semangat belajarnya juga meningkat. Dan dari semangat itu, lahirlah prestasi. Karena itu, Pemda sangat mendukung dan siap ikut mengawal jalannya program ini,” tandasnya.
Sementara itu, Kasim, Kepala SPPG Dapur Awainulu, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peluncuran dapur tersebut. Ia menjelaskan bahwa dapur ini akan melayani 3.178 siswa dari 24 sekolah—mulai SD hingga SMA—yang tersebar di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, dapur ini berdiri bukan karena satu dua orang. Ini karena banyak pihak mau meluangkan waktu, tenaga, bahkan sebagian hartanya. Semua terlibat karena ingin anak-anak kita tumbuh sehat,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Hal senada disampaikan Juliawan, Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Buton. Menurutnya, program ini bukan sekadar inisiatif teknis, tetapi perwujudan dari nilai-nilai gotong royong dan pengabdian sosial.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Relawan, OPD, komunitas, para guru, semua ikut menyumbang bagian. Ini kerja kolaboratif yang dilandasi semangat melayani, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” ungkapnya.
Pantauan Sentilnews.com di lokasi, Pj. Sekda bersama Forkopimda meninjau langsung fasilitas dapur. Mereka menyapa para petugas, mengecek proses masak, hingga memastikan kualitas dan kebersihan makanan. Ada suasana kehangatan yang terasa: bukan karena seremonialnya, melainkan karena kehadiran yang tulus untuk memastikan anak-anak mendapatkan yang terbaik.
Usai dari dapur Awainulu, kegiatan dilanjutkan ke MIN 2 Buton dan MTsN 1 Buton sebagai titik distribusi. Di tengah semangat para siswa, Pj. Sekda Buton menyampaikan pesan kebersahajaan:
“Anak-anakku, makanan bergizi ini adalah bentuk perhatian. Tapi jangan lupa, masa depan kalian ada di tangan kalian sendiri. Teruslah belajar, semangatlah menggapai cita-cita,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Peluncuran ini ditutup dengan penyerahan simbolis makanan pertama oleh Juliawan kepada Pj. Sekda Buton, menandai bahwa dapur MBG Awainulu mulai beroperasi secara resmi.
Di balik setiap piring yang terhidang, tersimpan semangat pengabdian. Program ini bukan sekadar soal logistik makanan, tapi tentang memastikan bahwa tak ada anak Buton yang kehilangan harapan hanya karena lapar. Dengan langkah kecil dari dapur ini, semoga lahir generasi besar yang akan mengabdi kembali untuk tanah kelahirannya.








