Lintasbuton.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-65 pada 22 Juli 2025 dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke-XXV pada 21 Juli 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton menggelar sejumlah kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Berbeda dari sekadar perayaan seremonial, tahun ini Kejari Buton mengusung semangat pengabdian melalui kampanye edukasi antikorupsi dan aksi donor darah. Kedua kegiatan tersebut akan digelar serentak pada Jumat (18/7/2025) mulai pukul 09.00 WITA.

Kepala Kejari Buton, Gunawan Wisnu Murdiyanto, S.H., M.H., melalui Kasi Intelijen Norbertus Dhendy R.P., S.H., M.H., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini disiapkan secara sederhana namun memiliki dampak langsung di masyarakat.
“Kita ingin masyarakat merasakan bahwa semangat Adhyaksa bukan hanya soal hukum, tapi juga kepedulian dan edukasi. Besok kita turun ke tujuh titik di wilayah Buton untuk menyuarakan antikorupsi dan membagikan media sosialisasi,” ujar Dhendy, Kamis (17/7/2025).
Stiker, gantungan kunci, dan pesan-pesan moral akan dibagikan kepada warga sebagai bagian dari kampanye melawan korupsi yang melibatkan langsung jajaran Kejari Buton di lapangan.
Selain itu, kegiatan donor darah yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Buton bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buton diharapkan bisa membantu kebutuhan stok darah dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Tak berhenti di situ, pada Minggu Kejari Buton akan melakukan anjangsana purnabakti, yakni kunjungan silaturahmi kepada para pegawai yang telah purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka.
Senin (21/7/2025), akan digelar syukuran HUT IAD ke-XXV, dan puncaknya Selasa (22/7/2025), Kejari Buton mengadakan upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa di halaman kantor. Sementara itu, ziarah ke Taman Makam Pahlawan Oputa Yi Koo di Kota Baubau dijadwalkan pada 1 September 2025 mendatang.
“Harapan kami, seluruh kegiatan ini bisa berjalan lancar dan memberi kesan mendalam bagi masyarakat. Kami ingin semangat Adhyaksa benar-benar terasa, bukan hanya di ruang sidang tapi juga di kehidupan sosial warga,” pungkas Dhendy.








