BUTON, BUTONPOS.COM – Di tengah segala keterbatasan sarana dan prasarana, SMP Terpadu Al-Mutmainnah Buton berdiri sebagai simbol perjuangan masyarakat dalam memperjuangkan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak di daerah terpencil. Sekolah ini terletak di Dusun Lapaliagi, Desa Kumbewaha, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, dan telah terdaftar dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 70042494.
SMP Terpadu Al-Mutmainnah merupakan sebuah sekolah kecil yang berdiri sejak tahun 2022, diinisiasi oleh dua generasi muda peduli pendidikan, yaitu Gr. Darman, S.Kom. sebagai Ketua Yayasan dan Gr. Bkudin, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala Sekolah.

Sekolah ini lahir atas dasar keluhan masyarakat dari Dusun Lapaliagi dan Lahindaro, yang selama lebih dari 20 tahun harus melihat anak-anak usia SMP berjalan kaki sejauh sekitar 5 km menuju SMP Negeri 22 Buton di Kumbewaha. Merespons realitas tersebut, para tokoh muda bersama tokoh agama, tokoh adat, pendidik, kepala dusun, dan anggota BPD dari dua dusun tersebut, bahu-membahu menghadirkan sekolah yang kini menjadi satu-satunya lembaga pendidikan menengah pertama di wilayah itu.
Namun, kondisi bangunan SMP Terpadu Al-Mutmainnah sangat memprihatinkan. Bangunan sekolah ini terbuat dari kayu, berdinding papan, dan beratap seadanya, yang dibangun melalui swadaya murni masyarakat setempat. Sejak berdiri, proses belajar-mengajar sudah berjalan, meskipun dengan segala keterbatasan dan kondisi fisik bangunan yang jauh dari standar kelayakan.
Dengan melihat kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan, masyarakat Lapaliagi dan Lahindaro sangat berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap lembaga pendidikan ini, khususnya SMP Terpadu Al-Mutmainnah, yang telah menjadi harapan utama masyarakat agar anak-anak mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman di dekat lingkungan tempat tinggal.
“Harapan kami selaku orang tua murid, semoga pemerintah bisa segera turun tangan membantu perbaikan dan pembangunan gedung sekolah yang lebih layak, agar anak-anak kami bisa belajar dengan tenang, tidak takut jika hujan turun, dan tetap semangat menggapai cita-cita,” ujar salah satu perwakilan orang tua siswa.
Masa depan bangsa ada pada mereka. Jika mereka mendapatkan pendidikan yang layak sejak dini, maka harapan akan lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing tinggi bukan sekadar impian belaka.

Sekolah, entah negeri maupun swasta, memiliki kedudukan yang sama pentingnya. Semuanya adalah bagian dari sistem pendidikan nasional dan sama-sama bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka sudah sepatutnya perhatian dan dukungan dari pemerintah diberikan tanpa membedakan status sekolah.
Ini semua untuk Buton. Untuk masa depan daerah yang lebih baik, dan untuk memastikan bahwa anak-anak di pelosok Buton mendapatkan hak pendidikan yang sama seperti anak-anak lainnya di Indonesia.
Semoga Pemerintah Kabupaten Buton, dalam hal ini Bupati Buton, dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi SMP Terpadu Al-Mutmainnah dan turut mendorong percepatan pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah ini. Karena kami percaya, ketika pendidikan ditopang dengan niat dan perhatian yang tulus, maka kemajuan daerah bukan lagi sekadar wacana.
Sekolah ini tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai wujud nyata dari harapan dan perjuangan masyarakat desa untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.








