LintasButon.com, Bungku Selatan — Masjid Nur Fala di Desa Bakalan, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini masih dalam proses rehabilitasi bertahap. Meski telah menerima bantuan awal dari pemerintah daerah, namun sebagian besar pekerjaan, termasuk plasteran dinding, pemasangan daun pintu dan jendela, plafon, serta pembangunan tempat wudu dan kamar mandi, belum dapat diselesaikan karena keterbatasan dana.
Masjid Nur Fala selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial warga Desa Bakalan. Di tempat ini masyarakat rutin melaksanakan salat berjamaah, pengajian, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Namun, kondisi bangunan yang sudah tua membuat beberapa bagian masjid kini membutuhkan perbaikan menyeluruh, terutama dinding yang retak, pintu dan jendela yang lapuk, serta area wudu yang rusak.
Adapun tahapan rehabilitasi yang telah direncanakan meliputi:
- Perbaikan dan plasteran dinding utama masjid yang hingga kini belum tuntas karena kekurangan material.
- Peremajaan daun pintu dan jendela untuk memperkuat keamanan dan memperindah tampilan bangunan.
- Pembuatan ulang tempat wudu dan kamar mandi jamaah.
- Pengecatan ulang serta pembenahan instalasi listrik dan penerangan.
- Pemasangan plafon dan kipas angin untuk kenyamanan jamaah saat beribadah.
Saat diwawancarai oleh kru redaksi LintasButon pada 8 Oktober 2025, Imam Desa Bakalan, Rusli, menyampaikan bahwa masyarakat bersama pengurus masjid telah bekerja keras melalui gotong royong dan bantuan para donatur. Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan dana membuat beberapa pekerjaan belum bisa dilanjutkan.
“Kami bersyukur karena sudah ada bantuan awal dari pemerintah daerah. Tapi itu belum cukup untuk menyelesaikan plasteran dan pengerjaan lainnya. Kami sangat berharap bantuan lanjutan agar Masjid Nur Fala ini bisa selesai direhab dengan baik,” ungkap Imam Rusli.
Selain bantuan pemerintah, donatur dan warga perantauan juga ikut berperan memberikan sumbangan dana maupun material bangunan. Imam Rusli mengapresiasi semangat kebersamaan warga yang terus hidup di tengah keterbatasan, di mana gotong royong menjadi nafas utama pembangunan di desa kecil tersebut.
Masjid Nur Fala bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol persaudaraan dan kekuatan iman masyarakat Desa Bakalan. Namun di balik semangat itu, terselip harapan besar agar pemerintah daerah kembali melirik rumah Allah ini dengan uluran tangan yang lebih nyata. Sebab di setiap dinding yang belum terplester dan atap yang belum sempurna, tersimpan doa agar perhatian itu hadir bukan sekadar janji, tetapi langkah yang benar-benar menyejukkan seperti teduhnya masjid yang rampung dipugar nanti.
Kru redaksi lintasButon – Suhardin









