Lintasbuton.com,Landak, Kalbar – Jumat, 17 Juli 2025
Asap mengepul di udara kelam,
Jerit kayu hangus tak bisa diam.
Militer dan warga bahu membahu,
Melawan si jago merah tanpa ragu.
Itulah gambaran situasi mencekam saat kobaran api melalap bangunan di Jalan Serimbu 1 KM, Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dini hari tadi. Api membara dengan cepat, membakar somel kayu dan dua rumah milik anggota TNI, hingga menyisakan hanya abu dan puing-puing.
Kebakaran yang terjadi tepat di depan Asrama Militer Yon Armed 16/Tumbak Kaputing itu sontak menggerakkan warga sekitar dan para prajurit. Dalam waktu singkat, mereka membentuk barisan darurat untuk memadamkan api yang terus merangsek ke bangunan lainnya.

Tanpa menunggu komando panjang, para anggota TNI dari Yon Armed 16 turun langsung ke lokasi bersama personel pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Landak. Peralatan seadanya tak menyurutkan semangat mereka. Ember, selang, dan alat penyemprot dikerahkan dari segala arah.
“Api membesar dari belakang somel, kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang,” ungkap Letda Arm Aswan, korban sekaligus saksi di lokasi. Ia bersama warga hanya bisa mengamankan dokumen penting dan beberapa barang ringan sebelum rumahnya luluh lantak dilalap api.
Beruntung, kerja cepat dan gotong royong itu membuahkan hasil. Api berhasil dijinakkan dalam waktu lebih dari satu jam dan tak sampai menjalar ke pemukiman warga lainnya.

Kebakaran ini menjadi pengingat bahwa sinergi antara militer dan masyarakat masih menjadi benteng pertahanan paling nyata dalam kondisi darurat. Walau tanpa sirine panjang, mereka tahu kapan harus bergerak—bersama, dalam diam, dalam gelap, melawan teror yang membakar malam.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun semangat warga dan prajurit yang bahu membahu memadamkan api telah meninggalkan jejak solidaritas yang tak bisa dilupakan.








