LintasButon.com, Kepulauan Sula – Warga Desa Pelita, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, kembali menggelar kerja bakti untuk melanjutkan pembangunan Masjid An-Nur. Masjid lama yang menjadi pusat ibadah masyarakat ini sebelumnya telah dibongkar untuk direnovasi, bahkan sempat dibangun fondasi dan tiang utama. Namun, pembangunan terhenti akibat keterbatasan biaya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat tergerak untuk mengambil inisiatif melanjutkan pembangunan secara swadaya. “Masjid ini tempat kita beribadah dan berkumpul. Kalau dibiarkan mangkrak tentu sangat disayangkan, maka kami sepakat untuk melanjutkan semampu kami dari sumbangan masyarakat Desa Pelita,” ujar La Ece, salah seorang warga yang juga dikenal dengan sapaan Laduku.
Dalam kerja bakti ini tampak kebersamaan masyarakat, mulai dari bapak-bapak yang sibuk mengangkat material dan menyusun bata, hingga ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi untuk para pekerja. Suasana gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan masjid bukan hanya soal dana, tetapi juga tentang kekuatan persaudaraan dan kepedulian warga.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Desa Pelita telah membentuk Panitia Pembangunan Masjid An-Nur melalui Surat Keputusan Kepala Desa Nomor: 147/86/SK.PPM/DP/MB/VII/2025 tertanggal 17 Juli 2025. Dalam SK tersebut, Kepala Desa Slamet La Habiru bertindak sebagai Pembina, dengan susunan inti panitia yaitu La Tuu sebagai Ketua, Jamrudin La Salihi sebagai Wakil Ketua, Baharudin sebagai Sekretaris, dan La Amu sebagai Bendahara.
Berdasarkan proposal panitia, total anggaran pembangunan mencapai Rp 600 juta, dengan kebutuhan terbesar pada pekerjaan atap dan kubah sebesar Rp 310 juta, dinding Rp 201 juta, lantai Rp 37 juta, instalasi listrik Rp 10 juta, serta finishing Rp 35 juta. Dana ini sepenuhnya direncanakan bersumber dari sumbangan masyarakat Desa Pelita, kas masjid, serta infaq dan shodaqoh pihak lain yang halal dan tidak mengikat.
Masyarakat Desa Pelita berharap pembangunan masjid bisa segera rampung dengan adanya dukungan dari pemerintah maupun para dermawan. “Harapan kami, pemerintah daerah juga bisa ikut memperhatikan pembangunan masjid ini, karena keterbatasan dana membuat kami sangat bergantung pada bantuan dari luar,” tambah Laduku.
Kerja bakti yang terus digalakkan warga menjadi wujud nyata kebersamaan dan kepedulian terhadap sarana ibadah. Dukungan pemerintah daerah dinilai sangat penting agar Masjid An-Nur benar-benar dapat selesai dan kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan serta sosial masyarakat Desa Pelita.
Dan barangkali, doa masyarakat Desa Pelita kepada pemerintah daerah sederhana saja: kalau di kantor pemerintahan mampu membangun gedung bertingkat, semoga di desa juga bisa dibantu menegakkan kubah masjid. Sebab jamaah di sini bukan menunggu janji, melainkan menunggu rumah Allah berdiri kembali.
Kru lintasButon – Suhardin







