LintasButon.com – Di balik kiprahnya sebagai Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa dikenal sebagai sosok yang memiliki perjalanan panjang dan kaya pengalaman di dunia organisasi. Jejak pengabdiannya yang dimulai sejak masa kuliah memperlihatkan konsistensi, dedikasi, dan semangat kepemimpinan yang tumbuh dari proses panjang.
Perjalanan organisasi Syarifuddin Saafa dimulai di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado, ketika ia aktif sebagai anggota Senat Fakultas Teknik pada tahun 1996–1997. Pada periode yang sama, ia juga dipercaya sebagai Ketua Umum Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Fakultas Teknik UNSRAT, sebuah amanah yang menandai awal terbentuknya karakter kepemimpinan dan visi sosialnya.
Tahun berikutnya, 1997–1998, ia kembali menunjukkan kapasitasnya dengan terpilih sebagai Ketua Umum LDK BT Universitas Sam Ratulangi sekaligus menjadi bagian dari pengurus Senat Mahasiswa UNSRAT. Dari sinilah, benih pengabdian dan kecintaannya pada kegiatan sosial mulai tumbuh subur.
Usai menamatkan pendidikan, kiprah Syarifudin terus berlanjut di ranah organisasi politik dan kemasyarakatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang DPW PKS Sulawesi Utara (1998–2005), lalu naik menjadi Ketua MPD PKS Kota Manado (2005–2010). Tak berhenti di situ, ia juga berperan dalam kegiatan sosial melalui jabatannya sebagai Kepala Cabang PKPU Manado (2006–2008), lembaga kemanusiaan yang bergerak membantu masyarakat kecil.
Kapasitas dan kepercayaan publik terhadapnya semakin kuat ketika ia dipercaya memimpin sebagai Ketua DPW PKS Sulawesi Utara (2010–2020). Di periode yang sama, ia juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan seperti LASQI Kota Manado (Ketua, 2017–2020) dan MT Nurul Amin (Ketua, 2017–2024).
Selain aktif di ranah sosial-keagamaan, Syarifudin turut memberi perhatian pada dunia olahraga dan kewirausahaan. Ia pernah menjadi anggota APPSI Kota Manado (2018–2020) serta pengurus PSSI Kota Manado (2018–2019). Pengabdiannya di tingkat regional berlanjut saat dipercaya sebagai Ketua MPW PKS Sulut (2020–2024) dan Ketua RPNN Sulut (2020–2024).
Di luar politik formal, Syarifudin juga dikenal dekat dengan berbagai komunitas kedaerahan. Ia pernah memimpin Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Sulut (2022–2024), yang menjadi wadah silaturahmi dan penguatan identitas antarperantau Sultra di tanah Minahasa.
Tak hanya aktif dalam organisasi, ia juga terlibat dalam yayasan pendidikan dan lembaga pelatihan yang fokus pada pengembangan karakter dan kepemimpinan muda. Di luar itu, Syarifuddin dikenal luas sebagai pembicara publik di berbagai forum daerah hingga nasional — sekaligus seorang penulis buku yang melahirkan sejumlah karya dari rahim pemikirannya.
Kemampuannya dalam menulis juga ditempa dari dunia jurnalistik dan penyiaran. Ia pernah menjadi wartawan sekaligus penyiar radio yang cukup tenar pada masanya — ruang yang semakin menajamkan kemampuan komunikasinya dalam menyapa publik.
Riwayat panjang ini menggambarkan sosok pemimpin yang matang dalam pengalaman, luas dalam pergaulan, dan konsisten dalam pengabdian. Kini, sebagai Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa membawa semangat organisasi dan nilai perjuangan yang telah menemaninya sejak bangku kuliah — menjadikannya figur birokrat dengan fondasi sosial, moral, dan kepemimpinan yang kokoh.
Dan seperti arus air yang mengalir tanpa pamrih, pengabdian Syarifudin Saafa seolah tak mengenal tepi. Ia tumbuh bukan karena ingin dikenal, tetapi karena ingin bermanfaat. Dalam setiap langkahnya, ia percaya bahwa jabatan hanyalah titipan, sedangkan amal dan ketulusan adalah bekal. Ia tahu, membangun daerah tidak cukup dengan wacana dan janji, tapi dengan kerja, kesabaran, dan keberanian untuk tetap jujur ketika pujian datang dan kritik menghampiri.
Bagi Syarifudin, pengabdian bukan soal seberapa tinggi kursi yang diduduki, tetapi seberapa kuat hati bertahan untuk tetap melayani. Sebab pada akhirnya, waktu akan menghapus nama di papan jabatan, tapi tidak akan pernah menghapus jejak orang yang tulus berbuat untuk sesamanya.








