LintasButon.com – Suasana Minggu pagi di Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, tampak penuh semangat kebersamaan. Pada hari Minggu, 2 November 2025, warga setempat beramai-ramai datang ke Masjid Asobar untuk melaksanakan kegiatan gotong royong mengerjakan pekerjaan plamer pada bangunan masjid.
Kegiatan ini dilakukan secara sukarela oleh masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap rumah ibadah di desa mereka. Warga dari berbagai kalangan turut terlibat, bahu membahu menyelesaikan pekerjaan dengan semangat tinggi dan rasa persaudaraan yang kuat.
Untuk memperlancar proses kerja, kegiatan gotong royong ini dibagi ke dalam tiga kelompok kerja. Setiap kelompok memiliki tanggung jawab di bagian yang berbeda dari bangunan masjid, mulai dari sisi depan, samping, hingga bagian belakang. Pembagian ini membuat pekerjaan berjalan lebih cepat, rapi, dan efisien.
Di tengah zaman yang serba modern seperti sekarang, nilai gotong royong mulai jarang ditemui di banyak tempat. Namun, masyarakat Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula, justru membuktikan bahwa semangat kebersamaan itu masih hidup dan tumbuh kuat di antara mereka. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak selalu diukur dari kecanggihan, tetapi juga dari kepedulian dan persatuan antarwarga.
Meskipun cuaca cukup panas, semangat warga tidak berkurang sedikit pun. Suasana sekitar masjid tampak hidup dengan canda dan tawa ringan yang menambah keakraban antarwarga. Suara kerja yang berpadu dengan tawa menjadikan gotong royong ini terasa seperti pesta kebersamaan masyarakat desa.
Saat diwawancarai, Kepala Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula, La Amiri, mengapresiasi semangat warganya yang tetap menjaga tradisi gotong royong. Ia menyebut bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat Koholimombono memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap fasilitas umum di lingkungannya.
“Saya sangat bangga melihat semangat warga kami. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi bentuk kebersamaan dan kepedulian yang luar biasa. Mudah-mudahan semangat ini terus terjaga dan menjadi contoh bagi desa-desa lain,” ujar La Amiri.
Kegiatan gotong royong di Masjid Asobar Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, bukan hanya tentang menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan di antara warga.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Buton, bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada bantuan luar, melainkan bisa tumbuh dari niat tulus dan kerja bersama seluruh warga.
Dalam nuansa Islami yang hangat, kerja bersama ini terasa lebih dari sekadar aktivitas sosial. Ia menjadi cerminan iman yang hidup di tengah masyarakat — bahwa bekerja demi kemaslahatan umat adalah bagian dari ibadah.
Setiap langkah yang dilakukan warga Koholimombono menjadi tanda syukur atas nikmat kebersamaan yang Allah anugerahkan.
Masjid ini kini bukan hanya berdiri sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai simbol persatuan dan ketulusan hati warganya. Semangat gotong royong ini telah menjadi warisan berharga yang diturunkan dari generasi ke generasi, dijaga dengan rasa tanggung jawab dan keikhlasan yang tak pernah pudar.
Nilai itu mengikat masyarakat Koholimombono dalam satu nafas yang sama — bahwa bekerja bersama adalah bagian dari menjaga keberkahan desa.
Terkadang hal yang kecil, seperti kerja bersama untuk rumah ibadah, justru menyimpan makna besar bagi kehidupan. Ia mengajarkan bahwa kekuatan umat bukan hanya pada jumlah, tetapi pada keikhlasan hati yang bekerja tanpa pamrih.
Dari hal kecil seperti inilah, kebesaran sebuah desa tumbuh — perlahan namun pasti, dengan fondasi yang kokoh: iman, kebersamaan, dan rasa saling peduli.








