LintasButon.com, Kapontori – Di balik gelombang tenang dan desiran angin laut yang menyapu lembut pesisir Buton, sebuah ikhtiar mulia kembali bergulir. Sosialisasi ketiga program Community-Based Coastal Security Initiative (CBCSI) kembali dilaksanakan, Kamis 31 Juli 2025, di aula Kantor Camat Kapontori, menyatukan semangat untuk menjaga kekayaan laut dan keberagaman hayati pesisir yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat.
Wilayah Kapontori yang dikenal dengan perairan birunya dan hutan bakau yang memeluk garis pantai, menjadi latar alami bagi pertemuan yang menghadirkan para kepala desa dan lurah dari Kecamatan Kapontori dan Lasalimu. Mereka hadir bukan hanya sebagai aparatur wilayah, tetapi sebagai penjaga garis depan kelestarian ekosistem pesisir yang rapuh namun penuh harapan.
Mewakili Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Buton, Mahajani Ridwan membuka pertemuan dengan penekanan pada pentingnya membangun jejaring pengamanan laut berbasis komunitas—sebuah pendekatan yang berpijak dari kearifan lokal dan kebutuhan riil masyarakat pesisir.
Camat Kapontori, La Ode Farihi, S.Sos, dan perwakilan dari Dinas Perikanan Buton, La Ila, turut memberikan arahan, mengingatkan bahwa laut bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga rumah bagi ragam biota laut yang selama ini menjadi sumber pangan dan budaya masyarakat setempat.
Dalam sesi utama, hadir Wa Ode Anna Dianna Sastri Chaidir, SE, M.Sc, Senior Manajer Kebijakan Rare Indonesia, dan Mundzir dari tim Rare Indonesia. Keduanya memaparkan urgensi pengelolaan keamanan laut yang partisipatif, seiring meningkatnya
h.
Sesi diskusi berlangsung hidup, dengan berbagai isu krusial mencuat, mulai dari perlunya pengawasan di wilayah tangkap tradisional hingga usulan revitalisasi peran masyarakat dalam menjaga jalur migrasi ikan dan habitat karang yang kian terancam.
Komitmen nyata pun ditunjukkan melalui penandatanganan nota kesepahaman oleh seluruh kepala desa dan lurah yang hadir. Kesepakatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, melainkan panggilan bersama bagi seluruh elemen pesisir.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian yang akan ditutup dengan acara puncak di aula Kantor Bupati Buton pada 5 Agustus 2025. Sebuah momentum yang diharapkan menjadi simpul persatuan untuk menjaga laut, pesisir, dan segenap keberagaman hayati di dalamnya—sebagai warisan hidup yang tak ternilai bagi anak cucu di masa depan.








