Lintasbuton.com, Siotapina | Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan sosialisasi lanjutan program kelautan dari Rare Indonesia yang kali ini digelar di aula kantor Desa Kumbewaha, Kecamatan Siotapina, Rabu, 30 Juli 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh para kepala desa dan lurah dari tiga kecamatan pesisir, yakni Kecamatan Wolowa, Siotapina, dan Lasalimu Selatan. Sebuah sinergi yang menggambarkan keseriusan lintas wilayah dalam mendukung upaya pengelolaan laut yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

Membuka kegiatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Buton, Murtaba Muru, tampil memikat dengan gaya khasnya yang penuh humor. Beliau mengawali sambutannya dengan pantun:
“Dari pesisir menuju puncak,
Langit biru terasa dekat.
Kalau desa bersatu tegak,
Laut pun makmur, nelayan kuat.”
Sontak pantun itu mencairkan suasana dan membuat para peserta larut dalam nuansa kekeluargaan yang erat. Gelak tawa ringan yang menyambutnya menjadi penanda semangat kebersamaan.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif Rare Indonesia yang mendorong tata kelola perikanan berkelanjutan dan konservasi laut berbasis komunitas lokal. Dua narasumber utama yang dihadirkan yakni Wa Ode Anna Dianna Sastri Chaidir, SE, M.Sc, selaku Senior Manajer Kebijakan Rare – Indonesia, dan Mundzir, perwakilan dari Rare Indonesia.

Keduanya memaparkan pentingnya partisipasi aktif desa pesisir dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut, termasuk mengatur zona tangkap dan membangun kolaborasi antarwilayah pesisir. Dalam sesi diskusi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdialog dan menyampaikan pertanyaan seputar keamanan laut pesisir, termasuk isu-isu penangkapan ikan ilegal, batas wilayah tangkap, serta perlindungan terhadap nelayan tradisional.
Dari desa yang memeluk angin laut dan nyanyian ombak, suara-suara kecil kini mulai tumbuh menjadi harapan. Desa-desa pesisir tak ingin hanya menjadi saksi, tapi juga aktor yang berdaya dalam menjaga lautnya sendiri.
Salah satu perwakilan desa menyampaikan, “Program ini membuka mata kami, bahwa menjaga laut bukan sekadar tugas pemerintah, tapi juga menjadi jalan masa depan anak-anak kami.”
Sebagai penutup, seluruh kepala desa dan lurah dari tiga kecamatan menandatangani bentuk komitmen sebagai simbol kesepakatan bersama dalam mendukung gerakan konservasi dan tata kelola laut yang inklusif.
Rangkaian kegiatan ini akan berakhir dengan acara puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus 2025 di Aula Kantor Bupati Buton, Takawa. Di sana, seluruh stakeholder desa pesisir dari berbagai kecamatan akan berkumpul untuk memperkuat ikrar bersama, menuju laut yang lebih lestari dan kehidupan pesisir yang berdaulat.








