- LintasButon.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPC LAKI) Kabupaten Buton, Nurdin, bersama jajaran anggota merampungkan pemasangan baliho organisasi di empat titik strategis.
Dua titik pertama dipasang di Desa Dongkala dan Desa Kaongke Ongkea, Kecamatan Pasarwajo, sebagai tahap awal kegiatan. Selanjutnya, pada Rabu, 13 Agustus 2025, Nurdin bersama tim melanjutkan pemasangan di titik ke-3 dan ke-4 bersama jajaran DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia dan Korcam LAKI Siotapina
Di hari yang sama, baliho kembali terpasang di Desa Manuru, Kecamatan Siotapina, serta Desa Lasalimu Pante, Kecamatan Lasalimu Selatan. Pemasangan ini menjadi langkah strategis memperluas jangkauan informasi dan eksistensi Laskar Anti Korupsi Indonesia hingga ke berbagai kecamatan.
Nurdin menegaskan bahwa pemasangan baliho ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya memperkuat sinergi antarstruktur organisasi. “Kami ingin keberadaan LAKI lebih dikenal dan diingat di setiap sudut wilayah,” ujarnya.
Di dua titik terakhir ini DPC LAKI Buton bekerja sama dengan Korcam LAKI Siotapina membuat proses pemasangan berjalan lebih cepat dan efektif. Setiap baliho dipastikan terpasang rapi, aman, dan mudah dilihat sebagai simbol komitmen bersama mengawal transparansi dan akuntabilitas daerah.
Bagi DPC AKI Buton , pengabdian bukanlah sekadar janji yang dipajang di atas kain baliho. Ia adalah napas panjang perjuangan yang terus dihela—menembus hujan deras kepentingan, teriknya panas persaingan, hingga kabut tebal ketidakpedulian. Pengabdian sejati tidak menunggu panggung besar atau upacara megah; ia bekerja diam-diam di jalanan, di sudut desa, di bawah terik, atau di tengah malam. Tidak menunggu upah atau tepuk tangan, sebab yang dicari bukanlah gelar, melainkan jejak kebaikan yang tetap tertinggal walau langkah telah pergi jauh. Berbeda dengan mereka yang pandai tersenyum di spanduk namun jarang terlihat di medan kerja, pengabdian sejati lahir dari kerja nyata, bukan dari janji yang dibungkus kata-kata manis.








