LintasButon.com – Komitmen TNI dalam membantu masyarakat kembali ditunjukkan oleh Komandan Kodim (Dandim) 1413/Buton, Letkol Inf Arif Nofianto, S.E. Pada Jumat, 12 September 2025, beliau menyempatkan diri menemui pihak keluarga Arjun, korban kasus penikaman yang terjadi pada 20 Agustus lalu di Desa Wasambaa, Kecamatan Lasalimu.
Pertemuan tersebut berlangsung di kos-kosan Ramadan, yang berada di belakang Kantor Polres Buton, tepatnya di Desa Laburunci, Kecamatan Pasarwajo, tempat keluarga Arjun tinggal sementara. Dalam kunjungannya, Dandim 1413/Buton juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk empati dan dukungan moral.
Sementara itu, Dandim menyampaikan kepada pihak keluarga korban bahwa kehadiran TNI adalah untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah. “Kami hadir bukan hanya sebagai aparat pertahanan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Buton. Semoga Arjun lekas pulih, dan keluarga tetap kuat menghadapi cobaan ini,” ungkap Letkol Inf Arif Nofianto, S.E.
Kasus penikaman yang menimpa Arjun sempat menjadi perhatian masyarakat, terlebih karena korban tidak bisa menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Kondisi tersebut membuat keluarga korban harus berjuang keras menanggung beban biaya perawatan. Melihat hal itu, pihak Kodim turun langsung memberikan solusi berupa bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, orang tua korban, Muzakir, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian Dandim 1413/Buton. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian Bapak Dandim. Kehadiran beliau membuat kami merasa tidak sendiri dalam menghadapi ujian ini,” ujar Muzakir dengan penuh haru.
Langkah ini sejalan dengan semangat TNI Manunggal bersama rakyat, di mana keberadaan prajurit TNI bukan hanya menjaga pertahanan, tetapi juga hadir dalam kondisi darurat sosial. Kehadiran Letkol Inf Arif Nofianto, S.E., di tengah keluarga Arjun diharapkan mampu memberikan semangat baru agar tetap tabah menghadapi ujian.
Sebagaimana pepatah lama, bantuan tidak pernah diukur dari banyak atau sedikitnya, melainkan dari keikhlasan hati yang memberinya. Dalam situasi seperti ini, rasa syukur dan terima kasih jauh lebih bermakna daripada menghitung jumlah. Terima kasih Pak Dandim, karena di balik seragam hijau ada ketulusan yang menyapa rakyat tanpa pamrih.








