LintasButon.com – Kodim 1413 Buton menetapkan status siaga satu di seluruh wilayah teritorialnya sebagai langkah antisipasi menjaga stabilitas keamanan. Penetapan ini merupakan amanat langsung dari Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Arif Nofiyanto, S.E., yang menegaskan bahwa kesiapsiagaan adalah bagian dari tugas pokok TNI.
Koramil 1413-02/Pasarwajo bersama Koramil 1413-10/Lasalimu terlibat langsung dalam pelaksanaan siaga satu untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa serentak yang tengah menjadi sorotan nasional.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, kedua koramil tersebut mendapat pembagian tugas pengamanan di sejumlah titik vital pemerintahan Kabupaten Buton. Koramil 1413-02/Pasarwajo ditempatkan di kantor DPRD Kabupaten Buton serta Kejaksaan Negeri Buton, sementara Koramil 1413-10/Lasalimu ditugaskan menjaga kantor Bupati Buton di Takawa.
Dalam pelaksanaan siaga satu ini, aparat TNI menekankan pentingnya tugas cegah dini dan deteksi dini guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban wilayah. Langkah ini merupakan bagian dari tugas pokok TNI, yaitu:
1. Menegakkan kedaulatan negara.
2. Mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan.
Selain itu, TNI juga memiliki peran dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), salah satunya membantu pemerintah daerah menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta menciptakan rasa aman di tengah dinamika nasional.
Tugas siaga satu ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat, bangsa, dan negara, sekaligus memastikan stabilitas di wilayah Kabupaten Buton tetap terjaga. Kolaborasi antar koramil di bawah Kodim 1413/Buton memperlihatkan soliditas TNI dalam mengawal keamanan.
Masyarakat pun menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. “Kami salut dengan TNI yang selalu bersama rakyat, memberi rasa aman, dan siap siaga kapan pun dibutuhkan,” ungkap salah seorang warga.
Pada akhirnya, langkah siaga satu ini meneguhkan bahwa TNI tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra rakyat dalam mewujudkan ketenteraman di wilayah Kabupaten Buton. Prajurit TNI tidak pernah memilih waktu atau tempat untuk berbakti, karena setiap jengkal tanah air adalah medan pengabdian. Mereka tidak menuntut balas, tidak berhitung untung dan rugi, hanya memastikan merah putih tetap berkibar dengan tegak. Dalam diam mereka berjaga, dalam langkah mereka tersimpan keteguhan, dan dalam setiap peluh tergambar satu pesan: TNI selalu ada bersama rakyat, setia kepada bangsa, dan teguh demi NKRI.








