LintasButon.com – Upaya pencegahan stunting dan hipertensi terus dilakukan melalui penyuluhan pengolahan makanan bergizi berbahan pangan lokal di Desa Mantowu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Meski antusiasme masyarakat secara umum masih tergolong rendah, peserta yang hadir menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat. Mereka berharap penyuluhan serupa dapat terus dilakukan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan edukasi gizi, khususnya dalam memilih dan mengolah pangan sehat bagi keluarga.
Salah satu kader posyandu menyampaikan bahwa kegiatan ini membantu mereka memahami berbagai alternatif menu bergizi sederhana berbahan pangan lokal. Pengetahuan tersebut dinilai penting untuk kemudian disosialisasikan kembali kepada warga lainnya sebagai langkah preventif terhadap stunting.
“Kegiatannya bermanfaat sekali. Kami harap penyuluhan seperti ini sering dilakukan supaya masyarakat lain juga tahu cara mencegah stunting,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi dan wawancara, para peserta mengungkapkan bahwa kegiatan penyuluhan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya gizi serta cara mengolah pangan lokal secara benar dan sehat. Mereka menilai edukasi semacam ini masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah maraknya pola konsumsi instan yang belum tentu ramah bagi kesehatan keluarga.
Dosen pendamping yang turut hadir menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam melakukan edukasi langsung di lapangan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, mengingat persoalan gizi masih menjadi perhatian serius di Desa Mantowu.

“Kegiatan ini penting untuk masyarakat sekaligus menjadi proses belajar mahasiswa dalam memberikan edukasi langsung. Semoga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi bersama serta pembagian hasil olahan makanan kepada peserta. Melalui penyuluhan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai langkah nyata dalam pencegahan stunting dan hipertensi, sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga secara sederhana dan terjangkau.
Namun di balik antusiasme peserta yang hadir, kegiatan ini seolah menjadi pengingat bahwa edukasi gizi masih sering berjalan lebih cepat dibanding tingkat kesadaran kolektif masyarakat. Di saat pangan lokal melimpah dan solusi sudah diperagakan secara langsung, tantangan justru terletak pada bagaimana pesan tersebut benar-benar sampai dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penyuluhan pun kerap ramai saat sesi foto bersama, tetapi sunyi ketika harus diteruskan menjadi kebiasaan. Meski demikian, kegiatan ini setidaknya menjadi langkah kecil yang berarti—bahwa mencegah stunting tidak selalu harus mahal, selama kemauan untuk belajar dan berubah tidak ikut mengalami kekurangan gizi.





![Pemerintah Kabupaten Buton Tetapkan Jam Kerja ASN dan Non-ASN Selama Ramadhan 1446 H Buton, [tanggal berita] – Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H/2025 M, Pemerintah Kabupaten Buton resmi menetapkan jadwal jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Buton Nomor 100.3.4.4/531/SETDA/II/2025. Keputusan ini bertujuan untuk memberikan keleluasaan bagi pegawai dalam menjalankan ibadah puasa tanpa mengurangi produktivitas pelayanan publik. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai dengan memberikan waktu istirahat yang cukup agar mereka tetap bisa bekerja dengan optimal. Dalam aturan yang diberlakukan, jam kerja ASN dan Non-ASN selama bulan Ramadhan mengalami penyesuaian sebagai berikut: Hari Senin hingga Kamis: Pukul 08.00 – 15.00 WITA Waktu istirahat: Pukul 12.00 – 12.30 WITA Hari Jumat: Pukul 08.00 – 15.30 WITA Waktu istirahat: Pukul 11.30 – 12.30 WITA Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan pelayanan publik di Kabupaten Buton tetap berjalan optimal meskipun dalam suasana ibadah puasa. Pemerintah juga menekankan pentingnya disiplin kerja serta menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Buton juga mengimbau agar ASN dan Non-ASN tetap menjaga etika kerja serta meningkatkan semangat gotong royong dalam menjalankan tugas sehari-hari. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Buton menyampaikan ucapan “Marhaban Ya Ramadhan” kepada seluruh masyarakat dan mengajak untuk menjadikan bulan suci ini sebagai momentum meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial. Dalam suasana Ramadhan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat tali silaturahmi, meningkatkan solidaritas, serta memperbanyak amal ibadah demi keberkahan bersama. Diharapkan seluruh ASN dan Non-ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Buton dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi terciptanya keseimbangan antara tugas pelayanan dan pelaksanaan ibadah puasa, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama bulan suci ini. (Sumber: Pemerintah Kabupaten Buton)](https://lintasbuton.com/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250302-WA00361-120x86.jpg)


