Butonpos.com – Suasana keakraban dan kekeluargaan mewarnai liburan santai yang digelar di jembatan mangrove Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, pada Minggu, 29 Juni 2025, pukul 11.00 WITA. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pak La Surudiy, Kepala Desa Koholimombono La Amiri, serta Pimpinan Redaksi Butonpos, sebagai bentuk inisiatif mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus mempromosikan potensi wisata mangrove lokal.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan tokoh penting daerah, di antaranya:
✅ Camat Pasarwajo
✅ Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buton
✅ Sertu Nasim, Babinsa Desa Dongkala
✅ Wartawan Butonpos.com
✅ Guru olahraga dan guru agama SDN 7 Buton
✅ Surveyor dari PT. ELNUSA
✅ serta masyarakat Desa Koholimombono yang turut meramaikan kegiatan ini.
Dengan nuansa alam mangrove yang tenang dan jembatan kayu yang membelah hutan bakau, acara ini menjadi momen wisata lokal yang edukatif dan penuh makna. Para peserta bersama-sama menggelar bakar ikan segar, hasil laut sekitar Wabula, yang disantap bersama di atas jembatan dengan suasana santai dan kekeluargaan.
Perlu ditegaskan bahwa kegiatan ini sama sekali tidak berkaitan dengan politik atau kepentingan kelompok tertentu. Seluruh rangkaian acara murni dilandasi semangat kekeluargaan, pelestarian alam, dan promosi potensi wisata Desa Koholimombono.
Lebih dari sekadar ajang liburan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menarik minat pengunjung dan meningkatkan kunjungan ke jembatan wisata mangrove di Desa Koholimombono. Keindahan alam yang ditawarkan, dipadukan dengan kegiatan sosial seperti ini, diharapkan mampu menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
“Ini bukan sekadar liburan, tapi juga bentuk kepedulian terhadap alam dan penguatan hubungan sosial,” ujar salah satu peserta.
Desa Koholimombono memang dikenal memiliki potensi besar dalam ekowisata mangrove, dengan kawasan bakau yang alami, udara sejuk, serta pemandangan laut yang memukau. Wisata ini tak hanya menjanjikan keindahan alam, tapi juga menjadi sumber edukasi lingkungan dan potensi ekonomi baru bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh tawa hingga sore hari. Para tokoh yang hadir menyambut baik kegiatan seperti ini dan berharap dapat terus berlanjut, menjadi agenda rutin tahunan yang memperkuat semangat gotong royong sekaligus mengenalkan keindahan Buton ke khalayak lebih luas.








