Butonpos.com, Kondowa – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Buton ke-66 dan Hari Jadi Pasarwajo sebagai ibu kota Kabupaten Buton ke-22, puluhan guru dari enam sekolah di Kecamatan Pasarwajo dan Wabula turun langsung melakukan aksi peduli lingkungan dengan membersihkan bahu jalan poros penghubung dua kecamatan tersebut.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 20 Juni 2025 pukul 07.30 WITA, dipusatkan di wilayah administratif Desa Kondowa, dan menjadi perhatian karena seluruh pekerjaan dilakukan hanya dengan parang, tanpa menggunakan cangkul atau alat bantu lainnya.

Yang membedakan aksi ini adalah keikhlasan dan kesungguhan para guru yang bekerja tanpa instruksi formal, melainkan murni dari kesadaran pribadi dan kepemimpinan langsung dari para kepala sekolah masing-masing. Para guru yang terlibat berasal dari:
- SD Negeri 53 Buton – Muhriawati Kontara, S.Pd
- SMP Negeri 38 Buton – Ruali Mani, S.Pd
- SD Negeri 94 Buton – Marleni, S.Pd
- SMA Negeri 2 Wabula – La Kisana, S.Pd, M.Pd
- SD Negeri 115 Buton – Mustafa, S.Pd
- SMP Negeri 50 Satu Atap Buton – Mustafa, S.Pd
Kegiatan ini digagas oleh Mustafa, S.Pd, Kepala SDN 115 Buton sekaligus Kepala SMPN 50 Satu Atap Buton. Ia menyampaikan bahwa aksi bersih-bersih ini lahir dari semangat para guru yang ingin ikut serta menyambut HUT daerah, bukan hanya dalam bentuk upacara, tapi juga melalui kerja nyata.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami dan inisiatif yang lahir dari semangat bersama para guru untuk menjaga lingkungan dan memberikan contoh langsung di tengah masyarakat,” ujarnya kepada Butonpos.
Kepala Desa Kondowa, Ruslan, meski tidak bisa hadir langsung, menyatakan dukungannya atas kegiatan tersebut. Saat diwawancarai oleh wartawan Butonpos yang juga menyampaikan langsung inisiatif para guru, ia mengungkapkan rasa bangganya dan berharap gerakan seperti ini dapat menginspirasi unsur-unsur lain di desa dan kecamatan.

“Saya sangat berterima kasih atas laporan wartawan Butonpos. Para guru telah memberikan teladan nyata. Meski saya tidak sempat hadir, saya mendukung penuh kegiatan luar biasa ini,” ungkapnya.
Para guru berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh berkelanjutan dan menjelma menjadi gerakan rutin, tidak hanya dilakukan saat peringatan hari besar. Dukungan dari pemerintah desa, kecamatan, hingga OPD terkait sangat diharapkan agar gerakan peduli lingkungan terus hidup di Kabupaten Buton.
“Kami berharap aksi ini tidak berhenti hari ini. Jika kegiatan semacam ini diperluas dan disinergikan lintas sektor, maka wajah Kabupaten Buton akan semakin bersih dan membanggakan,” ujar Mustafa.
Apa yang dilakukan para guru ini bukan hanya sebuah kegiatan fisik. Ini adalah pesan kuat bahwa guru sejati bukan hanya mengajarkan karakter di kelas, tapi memperlihatkan karakter lewat tindakan nyata.








