Pimred Butonpos: Samsul
Butonpos.com, koholimombono –
Selama hampir satu tahun terakhir, ketegangan sempat menyelimuti hubungan antara Syarah Koholimombono dan keluarga Pak Laharimahi. Permasalahan yang berawal dari miskomunikasi ini menimbulkan gesekan sosial yang cukup panjang, bahkan sampai mempengaruhi iklim kekeluargaan di desa. Sanksi adat yang diberikan sempat menjadi penghalang komunikasi antar pihak, yang akhirnya menambah jarak antar masyarakat.

Namun, segala ketegangan ini akhirnya dapat diatasi melalui musyawarah adat yang diadakan pada pukul 10:00 WITA, Sabtu, 10 Mei 2025, bertempat di Baruga Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula, dengan tujuan utama untuk mencari jalan damai. Musyawarah ini dihadiri oleh tokoh adat, pihak keluarga, pemerintah desa, serta masyarakat yang ingin melihat desa mereka kembali rukun. Proses ini berhasil berkat peran aktif dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buton, La Madi, S.Sos, yang turun langsung untuk mendampingi penyelesaian masalah.
Dengan kepemimpinan dan pendekatan bijaksana La Madi, S.Sos, permasalahan yang sudah berlangsung hampir setahun ini akhirnya dapat diselesaikan dengan kepala dingin. Beliau menyampaikan bahwa masalah ini tidak perlu dipertajam, dan sudah saatnya bagi semua pihak untuk saling memaafkan dan mengutamakan kepentingan bersama. “Kita sudah terlalu lama membiarkan masalah ini membebani hati kita. Saatnya kita duduk bersama, jujur, dan saling memaafkan. Karena kita ini keluarga,” ujar La Madi, S.Sos dalam forum musyawarah tersebut.

Hasil dari musyawarah adalah penyelesaian yang adil: sanksi adat dicabut, dan hubungan antar pihak kembali harmonis. Proses rekonsiliasi ini memperlihatkan betapa pentingnya menjaga komunikasi yang baik, serta bagaimana adat, kebersamaan, dan nilai-nilai agama dapat menjadi solusi utama dalam menyelesaikan masalah.
Kepala Desa Koholimombono, La Amiri, juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi terhadap proses ini. “Saya mewakili pemerintah desa sangat bersyukur dan berterima kasih atas berakhirnya persoalan ini. Terlebih kepada Bapak La Madi, S.Sos, Wakil Ketua DPRD kita, yang telah menunjukkan teladan sebagai pemimpin yang benar-benar hadir untuk rakyatnya,” kata La Amiri. “Sekarang, kita semua harus melangkah maju bersama. Dengan terselesaikannya masalah ini, mari kita bangun Desa Koholimombono yang sama-sama kita cintai ini, agar bisa bersaing dengan desa-desa lain di Kabupaten Buton dalam hal pembangunan dan kemajuan. Selain itu, kita juga harus memperkuat budaya dan semangat gotong royong yang sudah lama menjadi bagian dari identitas kita, agar desa ini semakin maju dan sejahtera.”
Desa Koholimombono sendiri terkenal dengan tradisi yang masih kental dan dijaga dengan baik oleh warganya. Dari berbagai upacara adat hingga cara hidup yang mengedepankan kekeluargaan, tradisi tersebut menjadi pondasi kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan semangat gotong royong yang tak lekang oleh waktu, masyarakat Koholimombono selalu saling bahu-membahu dalam setiap kegiatan, baik itu acara adat, pembangunan desa, maupun penyelesaian masalah seperti ini. Selain itu, agama Islam sebagai keyakinan mayoritas masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat di Desa Koholimombono. Nilai-nilai keislaman seperti saling menghormati, memaafkan, dan bersatu selalu menjadi pedoman dalam menghadapi setiap persoalan sosial.
La Madi, S.Sos, patut dijadikan contoh bagi para wakil rakyat lainnya. Kepemimpinan beliau yang penuh dengan kebijaksanaan, ketulusan, dan kepedulian terhadap masyarakat menunjukkan bagaimana seharusnya seorang wakil rakyat memperjuangkan kepentingan rakyat. Keberhasilan beliau dalam menyelesaikan permasalahan ini tidak hanya membawa kedamaian bagi keluarga yang terlibat, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta meningkatkan rasa saling percaya di antara semua pihak.
Kami mewakili masyarakat/syarah Koholimombono mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak La Madi, S.Sos, wakil rakyat yang telah hadir dan menjadi jembatan perdamaian. Semoga ini menjadi inspirasi bagi seluruh pemimpin untuk tetap berpihak pada rakyat dan menjaga nilai-nilai luhur adat serta agama.








