LintasButon.com – Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di perkantoran Takawa, pusat pemerintahan Kabupaten Buton, kembali menuai sorotan. Bukan hanya datang terlambat melewati pukul 09.00 WITA, sebagian pegawai bahkan kedapatan pulang lebih awal sebelum jam kerja usai.
Kondisi ini memicu keluhan masyarakat yang merasa dirugikan.
“Lucu sekali, sudah datang telat, eh baru sebentar kerja, sudah pulang duluan. Bagaimana mau selesai urusan kalau begini caranya?” ujar salah seorang warga yang mengurus dokumen di Takawa.
Terkait hal ini, Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Buton, La Ode Syamsudin, dalam sambutannya pada peringatan Hari Anak Nasional yang lalu, menegaskan bahwa ASN harus menjadi teladan bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya disiplin kerja dan komitmen pelayanan publik, karena kinerja birokrasi akan dinilai langsung oleh rakyat.
“Kalau ASN masih sibuk dengan urusan pribadi dan mengabaikan kewajiban, maka bagaimana bisa kita memberikan contoh yang baik kepada anak-anak sebagai generasi penerus?” tegasnya saat itu.
Hal serupa pernah dilakukan oleh mantan PJ Bupati Buton, Drs. Basiran, M.Si., yang pada masanya berhasil memperketat disiplin ASN dengan tegas. Saat itu, sidak rutin dan pengawasan ketat diberlakukan sehingga tingkat kedisiplinan pegawai meningkat signifikan dan pelayanan publik berjalan lebih tertib.
Kini, masyarakat berharap ketegasan yang pernah diterapkan Basiran dapat kembali dihidupkan. Apel pagi wajib diikuti, sidak dilaksanakan tanpa pemberitahuan, serta penerapan sanksi sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021 ditegakkan konsisten, agar wajah birokrasi di Takawa kembali profesional dan dipercaya rakyat.








