LintasButon Kabar — Dalam senyap langkah dan tanpa gemuruh kata, Serka Sugiyanto, seorang prajurit TNI dari Kodim 1209/Bengkayang yang bertugas sebagai Babinsa di wilayah binaan, tampil sebagai sosok teladan di tengah masyarakat. Di bawah jajaran Korem 121/Alambhana Wanawai Kodam XII/Tanjungpura, pengabdiannya mencerminkan dedikasi sejati seorang prajurit teritorial. Mantan anggota Batalyon Armed 16/Tumbak Kaputing ini kini terus mengabdi dengan semangat yang tetap membara—penuh keikhlasan dan pengorbanan.
Dengan tekun, ia membudidayakan tanaman cabai di lahan masyarakat yang dikelola bersama warga sekitar. Aktivitas yang ia lakukan bukan sekadar bercocok tanam, melainkan bentuk nyata dari pengabdian diam-diam yang membawa dampak luas bagi lingkungan dan ketahanan pangan nasional. Tanpa sorotan kamera, tanpa mengejar tepuk tangan. Pengabdian di Balik Kesederhanaan

Sebagai seorang Babinsa, Serka Sugiyanto tidak hanya menjalankan tugas pembinaan wilayah secara sosial dan keamanan, tetapi juga memberi teladan nyata dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Setiap hari, ia memulai aktivitasnya di kebun dengan senyum dan ketulusan. Di bawah terik mentari Kalimantan, ia berjalan menuju kebun cabai yang terhampar hijau. Di sana, di antara deretan tanaman yang tumbuh subur, ia bekerja tanpa mengeluh. Sebuah rumah gubuk sederhana di tepi kebun menjadi saksi bisu dari perjuangannya—seorang prajurit yang memilih berbuat daripada berkata.
Budidaya cabai yang ia tekuni merupakan bagian dari kontribusinya terhadap program ketahanan pangan nasional. Ia bersama warga mengolah tanah, menyemai benih, merawat tanaman, hingga memanen hasilnya dengan semangat gotong royong. Semua dilakukan dalam keheningan, namun penuh makna.
“Saya lakukan ini karena panggilan hati, bukan untuk mengejar sorotan. Siapa pun bisa berbuat untuk negeri ini, sekecil apa pun,”ungkapnya.

Dedikasi Tanpa Pamrih
Layaknya akar yang menancap diam di dalam tanah namun menopang kehidupan pohon, Serka Sugiyanto tidak mengharapkan pujian, tidak pula meminta apresiasi dari pemerintah. Baginya, pengabdian adalah bentuk cinta yang tak harus dibalas.
Komandan Kodim 1209/Bengkayang mengapresiasi langkah inspiratif ini. Menurutnya, Serka Sugiyanto telah mewujudkan makna pembinaan teritorial sejati dan semangat membangun bangsa dari bawah. Apa yang dilakukan juga menjadi bukti nyata bahwa jajaran Korem 121/Alambhana Wanawai Kodam XII/Tanjungpura senantiasa hadir bersama rakyat—tidak hanya di medan tugas, tetapi juga dalam denyut kehidupan sehari-hari.
*”Prajurit seperti inilah yang menjadi ujung tombak ketahanan dan inspirasi masyarakat,”* tegasnya.
Inspirasi untuk Bangsa
Pemerintah, selaku amanat dan harapan rakyat, sepatutnya bercermin dari keteladanan prajurit seperti ini. Ibarat mata air yang terus mengalir di tengah kekeringan, tindakan kecil yang tulus seperti inilah yang mampu menghidupkan semangat kemandirian bangsa.
Lewat ketulusan dan kerja nyata, Serka Sugiyanto telah membuktikan bahwa prajurit TNI bukan hanya menjaga perbatasan, tetapi juga menanam harapan—dengan tangan yang kotor oleh tanah, senyum tulus setiap pagi, dan sebuah gubuk sederhana di tengah kebun cabai masyarakat yang menjadi saksi bisu cinta seorang prajurit terhadap tanah airnya.
Singkawang, Kalimantan Barat








