Butonpos.com,Koholimombono — Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan terasa di Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, saat warga melaksanakan ibadah kurban di hari-hari tasyrik setelah Iduladha.
Hari Raya Iduladha sendiri jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, dan masyarakat Desa Koholimombono melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada tanggal 7/6/2025 hari tasyrik, yakni tanggal 7 hingga 9 Juni 2025 (8–10 Zulhijjah), sebagaimana tuntunan dalam ajaran Islam. Pelaksanaan ini dimanfaatkan untuk menyiapkan segalanya secara matang dengan suasana gotong royong yang hangat.
Kegiatan kurban ini terlaksana atas kerja sama antara pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, serta partisipasi aktif seluruh masyarakat Desa Koholimombono. Mulai dari penataan lokasi hingga pelaksanaan, seluruh tahapan dilakukan dengan semangat kebersamaan.
Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan langsung oleh imam Desa Koholimombono yang memimpin pelaksanaan dengan penuh khidmat sesuai syariat Islam.
Kepala Desa Koholimombono, La Amiri, menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong warga dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga acara ini dapat berjalan lancar dan penuh makna. “Ini bukan sekadar ritual tahunan, tapi wujud nyata kebersamaan dan kepedulian sosial yang semakin memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut La Amiri, “Kurban bukan soal banyaknya hewan yang disembelih, melainkan nilai keikhlasan dan rasa kebersamaan yang terbangun. Kegiatan seperti ini mempererat tali silaturahmi dan membantu mereka yang membutuhkan di desa kami.”
Lebih dari sekadar berapa banyak hewan yang disembelih, makna kurban sesungguhnya adalah tentang keikhlasan, berbagi, dan mempererat silaturahmi. Tokoh agama desa turut mengingatkan, “Kurban tidak diukur dari jumlah hewannya, tetapi dari nilai keikhlasan dan manfaat yang dapat dirasakan bersama.”
Setelah penyembelihan, warga bergotong royong memasak berbagai hidangan secara bersama-sama, lalu menyantapnya bersama di dalam masjid dan sebagian baruga desa. Momen ini menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan, menjadikan Hari Tasyrik sebagai hari yang bermakna lebih dalam dari sekadar perayaan.
La Amiri menambahkan, “Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah kita, memperkuat ukhuwah dan rasa kepedulian antar sesama, serta menjadikan kurban ini sebagai berkah yang membawa kemanfaatan bagi seluruh warga Desa Koholimombono.”
Dengan semangat kolektif tersebut, pelaksanaan kurban di Desa Koholimombono menjadi contoh nyata bahwa nilai-nilai agama, budaya lokal, dan solidaritas sosial dapat berjalan beriringan, memperkaya makna Iduladha secara menyeluruh.








