LintasButon.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Buton menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan tema “Kokohkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan, Raih Kemenangan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025, bertempat di Balai Desa Lasalimu, Kecamatan Lasalimu Selatan.
Mengawali kegiatan, Rakerda dibuka dengan tarian Lalayon, tarian tradisional yang berasal dari Maluku Utara, yang dibawakan oleh siswa-siswi SDN MIN 1 Buton. Penampilan tersebut memberikan sentuhan budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam forum strategis partai.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, S.T. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan pesan-pesan pembangunan daerah dengan gaya santai dan diselingi candaan, sehingga suasana forum berlangsung cair namun tetap substansial. Ia menekankan pentingnya peran partai politik sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat stabilitas sosial kemasyarakatan.
Wakil Bupati juga mengapresiasi kontribusi PKS dalam kerja-kerja sosial yang selama ini hadir di tengah masyarakat serta berharap Rakerda ini mampu melahirkan program-program nyata, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan rakyat. Usai menyampaikan sambutan, Wakil Bupati Buton berpamitan lebih awal karena harus menghadiri agenda pemerintahan lainnya, sebelum kehadiran jajaran pimpinan DPW PKS Sulawesi Tenggara.
Rakerda PKS Kabupaten Buton kali ini dibagi dalam dua sesi.
Sesi pertama diisi dengan pemaparan program kerja dari seluruh bidang di DPD PKS Kabupaten Buton, sebagai bagian dari penyusunan agenda strategis kepengurusan lima tahun ke depan.
Pemaparan tersebut disampaikan oleh masing-masing bidang, yakni Bidang Kaderisasi oleh Ibu Nining; Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa oleh La Ode Jaenuddin, S.Sos; Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga oleh Ibu Sulastriana; Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik oleh La Subu, S.H., M.H; Bidang Kepanduan, Bela Negara, dan Kepemimpinan Partai oleh Dedy Karno; Bidang Ketenagakerjaan, Petani, Nelayan, dan Peternakan oleh Fajar Hasidin; Bidang Desa, Koperasi, UMKM, dan Ekonomi Kreatif oleh Sudarmin; Bidang Relawan Saksi dan Pemenangan Pemilu oleh La Ampi; Bidang Komunikasi dan Digital oleh Siti Sarsina; Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga oleh Umar, S.H; serta Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama oleh La Madi, S.Sos.
Memasuki sesi kedua, kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Mars PKS, sebagai simbol komitmen kebangsaan dan semangat perjuangan partai.
Pada sesi ini, Rakerda dilanjutkan dengan kehadiran jajaran pimpinan DPW PKS Sulawesi Tenggara, di antaranya Ketua DPW PKS Sultra, Ustadz Syfril Haeba, S.IP, Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS Sultra, Ustadz M. Jufri, S.H, Sekretaris DPW PKS Sultra, Ustadz Aflan Zulfadly, S.T, serta Bendahara DPW PKS Sultra. Turut hadir pula Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, M. Poly, S.Pd., M.Si, serta Ketua Kaderisasi Wilayah PKS Sultra, Zainudin Musaini, S.Pd.
Suasana rakerda partai PKS di desa lasalimu kecamatan lasalimu selatan 
Secara umum, Rapat Kerja Daerah PKS Kabupaten Buton bertujuan untuk merumuskan program kerja selama lima tahun ke depan oleh kepengurusan baru dengan menetapkan target-target strategis, melakukan konsolidasi seluruh pengurus di semua tingkatan, serta menjadi sarana silaturahmi dalam memperkuat soliditas dan kekompakan partai.
Rangkaian kegiatan Rakerda disusun dalam bentuk rundown acara, yang menyesuaikan agenda pimpinan wilayah. Idealnya, pembukaan Rakerda dilakukan langsung oleh Ketua DPW PKS Sultra. Namun karena Ketua DPW beserta rombongan harus membuka kegiatan serupa di DPD Kota Baubau pada pagi hari, maka Rakerda PKS Kabupaten Buton diawali dengan pemaparan program kerja seluruh bidang.
Melalui Rakerda ini, PKS Kabupaten Buton menegaskan komitmennya untuk terus mengokohkan barisan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menyiapkan langkah-langkah strategis guna meraih kemenangan politik yang berpihak pada kepentingan rakyat.








