LintasButon.com – Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan pelepasan Tim Ekspedisi Patriot Lasalimu 01, yang digelar di Aula SMPN 8 Buton pada 2 Desember 2025 pukul 10.00 WITA. Kehadiran Wabup mewakili Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, SH yang tengah bertugas di Jakarta.
Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Buton, pimpinan OPD, serta hadir pula para camat se-Kabupaten Buton. Kehadiran unsur pemerintahan ini menunjukkan kuatnya dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan ekspedisi yang bertujuan menggali potensi pesisir dan memperkaya data lapangan untuk pembangunan wilayah.
Wabup Sampaikan Salam Bupati dan Soroti Sejarah Repelita serta Transmigrasi
Mengawali sambutannya, Wabup menyampaikan salam hormat dari Bupati Alvin kepada seluruh peserta ekspedisi serta permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung.
“Beliau titip salam dan penghormatan kepada seluruh tim. Tugas negara memanggil sehingga tidak dapat bersama kita hari ini,” tutur Wabup.
Wabup kemudian menyinggung perjalanan panjang kebijakan pembangunan nasional sejak era Repelita, termasuk Repelita VI yang ia gambarkan sebagai fase pembangunan yang “tampan sekali”. Ia juga menyinggung dinamika politik yang pernah mengiringinya.
Ia turut menyebut sosok tokoh transmigrasi yang kini ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, sebagai figur penting yang sangat berjasa.
Kementerian Transmigrasi Jadi Penanda Arah Pemerintahan Baru
Wabup mengungkapkan rasa syukur atas hadirnya Kementerian Transmigrasi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberadaan kementerian ini menjadi sinyal bahwa transmigrasi kembali menjadi agenda besar negara.
“Ini menunjukkan bahwa urusan transmigrasi sangat penting. Kita harus dukung penuh,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa arah pembangunan daerah telah tersurat dalam RPJMD Buton 2025–2030, dengan visi:
“Terwujudnya Masyarakat Buton yang Religius, Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing melalui Pembangunan Berkelanjutan.”
Peringatan Soal Kerusakan Hutan dan Ancaman Bencana
Wabup menyoroti berbagai bencana nasional sebagai pengingat penting bagi pemerintah daerah agar memperkuat pengawasan lingkungan. Ia menyebut kabar Gubernur Aceh yang menangis karena empat desa hilang tersapu bencana, hingga peristiwa besar di Sumatera yang membawa air, lumpur, dan kayu gelondongan.
“Apalagi di daerah pertambangan. Kita tahu beberapa lokasi tambang bukan sekadar eksplorasi, tapi sudah eksploitatif. Dampaknya luar biasa bagi lingkungan,” ujarnya.
Pemkab Buton, lanjutnya, memastikan bahwa aktivitas yang merusak alam tidak boleh dibiarkan demi keberlanjutan masa depan generasi Buton.
Buton dan Sejarah Migrasi
Wabup turut menyinggung sejarah panjang migrasi masyarakat Buton yang sejak masa Kesultanan dikenal terbuka dan nondiskriminatif terhadap pendatang.
“Tidak ada diskriminasi, itu warisan leluhur kita,” tegasnya.
Ia juga menyinggung keyakinan turun-temurun mengenai “sumpah orang tua, sumpah leluhur”, bahwa siapa pun yang merusak tanah Buton akan mendapatkan akibat dari perbuatannya.
Selain itu, Wabup menyoroti potensi migas di Pulau Buton, terutama di wilayah Lasalimu, yang menurut kajian memiliki probabilitas hingga 99 persen untuk ditemukan hasil cadangan.
“Kendalanya tinggal tata kelola dan kebijakan,” tambahnya.
Transmigrasi di Buton Sudah Berjalan Sejak 1998
Wabup menegaskan bahwa transmigrasi bukan hal baru di Buton. Program ini sudah berjalan sejak 1998 dan menjadi bagian dari perjalanan pembangunan daerah, termasuk di kawasan Lasalimu.
Harapan Besar untuk Tim Ekspedisi Patriot Lasalimu 01
Menutup sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi kepada Tim Ekspedisi Patriot Lasalimu 01 dan berharap kegiatan ekspedisi tersebut dapat menghasilkan data lapangan yang tepat untuk memperkuat pengembangan wilayah pesisir.
“Kebijakan nasional harus kita dukung penuh, termasuk kegiatan seperti hari ini,” tutupnya.








