Pimred – Butonpos: Samsul
Butonpos.com, Pasarwajo – Sekitar dua ribu lebih orang dari berbagai profesi memadati Aula Islamic Center Takawa, Kabupaten Buton, pada Minggu, 4 Mei 2025, dalam acara Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah nasional, Ustadz Abdul Somad (UAS). Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPK BKPRMI Kecamatan Pasarwajo dan menjadi momen penting dalam memperkuat semangat religius di Bumi Buton. Bahkan, banyak jamaah yang tidak kebagian tempat di dalam aula rela menyimak ceramah dari luar ruangan.

Rombongan UAS tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WITA dan disambut hangat oleh Bupati Buton Alvin Akowijaya Putra, SH, Wakil Bupati Syarifudin Saafa, ST, Ketua DPRD Buton Mara Rusli Sihaji, SH, serta unsur Forkopimda. Penyambutan berlangsung dengan penuh penghormatan, mencerminkan antusiasme dan dukungan besar dari pemerintah daerah terhadap kegiatan dakwah ini.
Dalam sambutannya, Bupati Buton menyampaikan rasa syukur atas kehadiran UAS:
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Al Ustadz Abdul Somad yang telah datang dari jauh untuk memenuhi undangan kami. Kehadiran beliau adalah berkah besar bagi kami di Kabupaten Buton.”
Acara ini dikawal ketat oleh personel dari Polres Buton, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan, guna memastikan keamanan dan kelancaran jalannya kegiatan.
UAS yang dikenal dengan gaya ceramah humoris dan komunikatif menghidupkan suasana tabligh akbar. Dengan gaya khasnya, beliau menyampaikan bahwa makna “religius” adalah keterikatan manusia kepada aturan Tuhan yang meliputi akhlak, sosial, dan kehidupan sehari-hari:
“Orang yang religius bukan hanya yang rajin shalat, tapi juga yang jujur, adil, dan santun dalam keseharian,” ujarnya.
Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, yang langsung diikuti dengan lantunan merdu oleh ribuan peserta yang memadati aula dan halaman luar.
Tak lupa, UAS menyampaikan terima kasih kepada semua yang hadir, khususnya masyarakat Buton:
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh yang hadir, lebih utama kepada masyarakat Buton yang luar biasa semangatnya. Semoga Allah memberkahi daerah ini dan seluruh warganya.”
Dalam ceramahnya, UAS juga menyentuh sejarah Kesultanan Buton, menegaskan bahwa wilayah ini memiliki akar Islam yang kuat dan lebih dahulu berdiri daripada Kesultanan Riau. Ia memaparkan:
- Kesultanan Buton mulai berkuasa di Pulau Buton sejak abad ke-13.
- Pemerintahannya dipimpin oleh raja dari Dinasti Wa Khaa-Khaa secara turun-temurun.
- Islam masuk di Buton pada tahun 1511 dan pada tahun yang sama, Sultan Kaimuddin diangkat sebagai sultan pertama.
Sementara itu, Kesultanan Riau baru terbentuk pada tahun 1591 oleh Sultan Muhammad Al-Hasan.
“Kesultanan Buton sudah lebih dahulu hadir dan menjadi pusat peradaban Islam di wilayah timur Nusantara,” ujar UAS.
Ia menegaskan bahwa dalam menyampaikan dakwah dan menyatukan umat, tidak perlu menggunakan istilah-istilah tertentu, seperti “murtaba tuju”, “sunnatullah”, “lintas suku”, atau bahkan mencontohkan Rasulullah secara langsung jika itu tidak pada konteksnya. Baginya, yang terpenting adalah substansi dakwah yang menyentuh hati dan membangkitkan kesadaran umat.
Tabligh Akbar ini mengusung tema:
“Membangun karakter Muslim yang mulia demi terwujudnya masyarakat Buton yang religius, sejahtera, mandiri, dan berdaya saing.”
Dengan kehadiran UAS, acara ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan, persatuan, dan kebangkitan spiritual masyarakat Buton di tengah dinamika zaman.
Butonpos -4 /Mei/2025







