LintasButon.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) se-Kepulauan Buton (Kepton) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) pada Senin (12/1/2026) di Kota Baubau. Kegiatan yang dimulai pukul 09.39 WITA ini bertujuan untuk konsolidasi dan penguatan struktur partai di wilayah tersebut.
Acara diawali dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan laporan panitia oleh Arifuddin, S.Sos selaku Ketua Panitia Harian. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa RAKORDA merupakan bagian dari upaya menyatukan langkah dan strategi partai menghadapi agenda politik ke depan.
Selanjutnya, Sekretaris DPW PSI Sulawesi Tenggara Hartawan Abidin menyampaikan laporan organisasi, yang menekankan pentingnya kedisiplinan, penguatan administrasi kepartaian, serta optimalisasi peran kader di seluruh tingkatan.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan pengesahan dan pelantikan anggota serta pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI se-Kepulauan Buton, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPW PSI Sulawesi Tenggara La Ode Raji’un Tumada, S.Pd., M.Si.

Dalam sambutannya, La Ode Raji’un Tumada menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi organisasi yang kuat. “RAKORDA dan pelantikan DPC bertujuan agar PSI siap bekerja nyata di tengah masyarakat dengan mengedepankan loyalitas, militansi, dan komitmen kader,” ujarnya.
Para pemateri juga memberikan paparan terkait penguatan ideologi, konsolidasi organisasi, serta strategi pemenangan PSI menuju Pemilu 2029, dengan menekankan kerja politik terstruktur dan peran kader muda sebagai kekuatan utama.
Dalam sesi wawancara bersama awak media, Rajiun – sapaan akrabnya – menegaskan bahwa pembenahan kader harus dimulai dari tingkat RT dan RW. “PSI harus kuat dari bawah, karena solidaritas sejati lahir dari kedekatan dengan rakyat, bukan dari baliho semata,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kekuatan PSI ke depan ditentukan oleh solidaritas kader yang hidup dan bekerja bersama masyarakat secara konsisten, berjenjang, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Di tengah hiruk-pikuk dunia politik yang kerap berlomba menyajikan wajah terbaik di papan reklame raksasa dan panggung elit yang megah, suara yang mengingatkan untuk kembali ke akar rumput pun terdengar dari ranah PSI se-Kepulauan Buton. Tak sedikit partai yang hanya muncul seperti tamu tak diundang saat musim politik tiba, dengan janji-janji manis yang luntur seperti cat tembok terkena hujan deras.
RT dan RW yang kerap hanya ramai ketika janji dijajakan kembali, kini disebut sebagai fondasi utama untuk membangun kekuatan partai. Sebab, suara rakyat tidak pernah tumbuh subur di atas podium yang mengudara, melainkan di sudut rumah warga yang seringkali hanya menjadi saksi bisu akan perjalanan janji yang hilang di tengah jalan. Semoga panggilan untuk dekat dengan rakyat bukan hanya menjadi frasa indah di kertas pidato, melainkan langkah nyata yang terasa di setiap sudut kehidupan masyarakat.







