LintasButon.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyalurkan bantuan seragam sekolah dan pakaian olahraga gratis kepada para siswa SMA/SMK di seluruh kabupaten/kota. Penyaluran ini merupakan bagian dari Program Penggaris (Program Pemberian Gratis Seragam dan Olahraga).
Kepala SMA Negeri 1 Pasarwajo, Rahmani, S.Pd, saat diwawancarai oleh kru lintasButon.com di ruang kerjanya, menjelaskan bahwa sekolahnya mendapatkan kuota sebanyak 58 paket seragam putih abu-abu dan pakaian olahraga. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh dirinya kepada siswa-siswi penerima pada hari Senin, 6 Oktober 2025.
“Sejak hari Jumat lalu sebenarnya bantuan ini sudah diterima melalui KCD Kabupaten Buton, dan pada Sabtu diserahkan langsung kepada para kepala sekolah. Hari Senin, 6 Oktober 2025, kami bagikan seragam dan pakaian olahraga itu kepada seluruh siswa penerima,” ungkap Rahmani.
Ia menambahkan, pembagian bantuan diprioritaskan bagi siswa yatim piatu, anak dari keluarga fakir miskin, serta siswa yang benar-benar membutuhkan. “Skala prioritasnya jelas, yakni anak yatim, piatu, dan keluarga tidak mampu. Setelah itu kuota yang tersedia kami sesuaikan dengan kondisi siswa di sekolah,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah juga menitipkan pesan dan harapan kepada para siswa penerima agar bantuan ini dijaga dengan baik serta digunakan sebagaimana mestinya. “Kami berharap para siswa semakin bersemangat dalam belajar, menjaga disiplin, dan mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan. Seragam dan pakaian olahraga ini jangan hanya dilihat sebagai bantuan, tetapi juga sebagai motivasi untuk meraih cita-cita,” tegas Rahmani.
Menurutnya, bantuan dari Pemprov Sultra ini sangat membantu meringankan beban para orang tua, khususnya yang bekerja sebagai petani, nelayan, maupun pedagang kecil. “Harapannya, program ini jangan hanya berhenti di tahun ini saja, tetapi bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihak sekolah juga melaporkan secara resmi penyaluran bantuan tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dengan adanya Program Penggaris, pemerintah provinsi berharap seluruh siswa di Sulawesi Tenggara dapat menempuh pendidikan dengan semangat yang sama tanpa terbebani persoalan perlengkapan sekolah.
Sebagai penutup, Rahmani tak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Ia menyebut, bantuan ini bukan hanya sekadar seragam dan pakaian olahraga, melainkan simbol perhatian negara terhadap masa depan generasi muda. “Kalau seragam ini bisa melekat di badan, maka semoga semangat untuk belajar dan berprestasi juga bisa melekat di hati para siswa. Terima kasih kami ucapkan, semoga langkah kecil ini menjadi awal dari mimpi besar anak-anak kita, bahwa pendidikan bukan lagi soal mampu atau tidak mampu, tetapi soal kesempatan yang harus diraih bersama,” tutupnya dengan penuh harap.







