LintasButon.com — Pemerintah Kabupaten Buton resmi memulai pembangunan kembali Pasar Kaloko pascakebakaran melalui kegiatan peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, SH, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, ST, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Buton, La Madi, S.Sos, jajaran pemerintah daerah, perwakilan pihak perbankan, Wakapolres Buton Kompol Yulianus, Danramil 1413-02/Pasarwajo Kapten Inf Nelson Amirullah, serta para pelaku pasar dan pedagang Pasar Kaloko.

Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan pasar sementara atau darurat, sebagai langkah cepat pemerintah daerah untuk memulihkan aktivitas perdagangan masyarakat, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan yang biasanya diiringi dengan meningkatnya kebutuhan bahan pokok dan aktivitas jual beli.
Dalam sambutannya, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, SH menegaskan bahwa pembangunan pasar darurat tersebut menggunakan anggaran APBD melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Buton sebesar Rp300 juta dan bersifat sementara. Pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya di bidang perdagangan, sebagai bagian dari langkah lanjutan penanganan dan pengembangan Pasar Kaloko ke depan.
Keputusan tersebut disampaikan Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra saat dikonfirmasi usai peletakan batu pertama pembangunan lapak sementara Pasar Kaloko, Senin (5 Januari 2026). Menurut Alvin, pemerintah daerah sebelumnya telah menawarkan dua pilihan kepada para pedagang yang terdampak kebakaran Pasar Kaloko pada 29 Desember 2025 lalu, guna mencari solusi terbaik agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.
Sementara itu, Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, ST, dalam wawancara dengan sejumlah awak media menyampaikan bahwa hingga saat ini penyebab kebakaran Pasar Kaloko masih belum dapat dipastikan dan masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait.
“Untuk sementara, terkait penyebab kebakaran memang belum ada informasi pasti. Namun pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan kejelasan dan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak berwenang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah tetap optimis menatap tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan ekonomi masyarakat.
Bupati Buton,wakil Bupati Buton dan wakil Ketua ll DPRD Buton bersama unsur frokopimda hadiri peletakan batu pertama pasca kebakaran di pasar kaloko
“Kita tetap optimis, semoga di tahun 2026 ini kondisi ekonomi masyarakat Buton semakin membaik, aktivitas perdagangan kembali normal, dan Pasar Kaloko bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat,” tambahnya.
Di balik peletakan batu pertama dan deretan sambutan resmi, Pasar Kaloko kini berdiri di atas puing-puing ingatan para pedagang—tentang api yang datang tiba-tiba, lapak yang hilang dalam hitungan jam, dan harapan yang sempat padam bersama asap malam itu.
Kebakaran memang telah berlalu, tetapi bekasnya masih tertinggal, bukan hanya pada bangunan yang hangus, melainkan juga pada cara semua pihak memandang keselamatan, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab bersama. Pasar darurat hari ini menjadi pengingat bahwa api tidak pernah memilih waktu, sementara manusia kerap belajar setelah segalanya habis terbakar. Maka, semoga dari abu Pasar Kaloko, yang tumbuh bukan sekadar lapak sementara, tetapi juga kesadaran baru—bahwa membangun kembali bukan hanya soal dinding dan atap, melainkan juga tentang mencegah agar sejarah pahit itu tidak kembali terulang









