Pimred Butonpos: Samsul
Butonpos.com, Koholimombono– Di tengah berbagai tantangan pembangunan desa, harapan warga kembali menyala ketika Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buton, La Madi, S.Sos, hadir langsung di tengah-tengah masyarakat dalam rangka reses masa sidang II tahun 2024/2025. Tak hanya datang, La Madi menyempatkan diri mendengar langsung suara hati rakyat yang disampaikan dengan jujur, lugas, dan penuh harap.

Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 19 Mei 2025 pukul 11.33 WITA, di Aula Kantor Kepala Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula. Ruangan yang sederhana itu dipenuhi oleh tokoh adat, tokoh agama, serta warga dari berbagai kalangan yang datang bukan hanya sekadar hadir, tetapi juga membawa suara dan harapan kolektif untuk kemajuan desa mereka.
Sebagai wakil rakyat yang dikenal rendah hati dan merakyat, La Madi menyimak satu per satu masukan yang disampaikan. Mulai dari infrastruktur, pertanian, kebutuhan air bersih, pendidikan, hingga persoalan sosial yang masih dihadapi warga. Dialog berlangsung hangat dan penuh kedekatan emosional, seolah mempertegas bahwa kehadiran pemimpin di tengah rakyat adalah panggilan nurani, bukan sekadar agenda formal.
Pelaksanaan reses ini sendiri merupakan kewajiban yang diatur secara resmi melalui:
- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 161 huruf i, yang menyatakan bahwa anggota DPRD wajib menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
- Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018, Pasal 64 ayat (1), yang menyebutkan bahwa anggota DPRD wajib melaksanakan reses setiap masa sidang.
- Tata Tertib DPRD Kabupaten Buton, sebagai payung teknis pelaksanaan reses di tingkat daerah.
Kegiatan reses ini bukan hanya mencerminkan pelaksanaan tugas kedewanan, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya membangun komunikasi dua arah antara rakyat dan wakilnya. La Madi menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun akan diperjuangkan melalui jalur formal di DPRD, demi memastikan bahwa suara rakyat tidak berhenti di aula, tetapi sampai ke meja pengambilan keputusan.
Masyarakat Desa Koholimombono pun menyambut baik kegiatan ini. Beberapa tokoh adat dan tokoh agama menyampaikan apresiasi atas kesediaan La Madi untuk hadir langsung dan mendengarkan rakyat tanpa perantara. Mereka menilai bahwa pemimpin seperti inilah yang dibutuhkan: pemimpin yang melihat dengan mata kepala sendiri, mendengar dengan hati, dan bertindak dengan nurani.
Reses kali ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata komitmen untuk mewujudkan pembangunan yang adil, inklusif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
Butonpos 19/5/2025








