BUTONPOS.COM – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sebagai bulan pertama dalam kalender hijriah, Muharram memiliki banyak keutamaan dan menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam rangka memperingati Hari Asyura 10 Muharram 1447 H, kegiatan Salat Jumat di Masjid Nurul Huda, Desa Banabungi, Kecamatan Pasarwajo, berlangsung khidmat pada hari Jumat, 4 Juli 2025. Pada kesempatan tersebut, Sertu Aryanto, anggota Koramil 1413-02 Pasarwajo, tampil sebagai khatib Jumat, menyampaikan khutbah bertema keutamaan bulan Muharram dan hikmah Hari Asyura.

Sertu Aryanto dikenal sebagai sosok prajurit yang rendah hati, disiplin, dan religius. Ia aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan, serta dihormati karena keteladanan sikap dan komitmennya terhadap nilai-nilai moral dan spiritual. Beliau layak dijadikan contoh teladan bagi generasi muda dan masyarakat luas.
Dalam khutbahnya, Sertu Aryanto menyampaikan bahwa Muharram termasuk dalam empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) yang disebut dalam Al-Qur’an. Ia membacakan firman Allah SWT:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu.”
(QS. At-Taubah: 36)
Ia juga mengingatkan jamaah tentang keutamaan ibadah puasa di bulan ini, khususnya pada tanggal 10 Muharram atau yang dikenal dengan Hari Asyura.
“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.”
(HR. Muslim)
“Puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu.”
(HR. Muslim)
Sertu Aryanto menambahkan bahwa Hari Asyura bukan hanya momentum sejarah penyelamatan Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun, tetapi juga saat yang tepat untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta meneladani kesabaran dan keteguhan para nabi.
“Momentum Asyura ini seharusnya menjadi pengingat bahwa ujian hidup pasti datang, namun dengan iman, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah, semua bisa dilewati. Inilah saat yang tepat untuk muhasabah diri,” ujar Aryanto dalam khutbahnya.

Kehadiran Sertu Aryanto sebagai khatib Jumat menunjukkan bahwa prajurit TNI tidak hanya bertugas menjaga pertahanan, tetapi juga hadir membina masyarakat secara spiritual. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan berkarakter.
Harapannya, peringatan Hari Asyura ini mampu menggugah semangat umat Islam untuk memperkuat ketakwaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta mengisi bulan Muharram dengan amal yang bermanfaat bagi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.








