• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Pasang Iklan
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Login
Lintasbuton.com
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • HuKrim
  • EkoBis
  • Kultur
  • Lifestyle
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • HuKrim
  • EkoBis
  • Kultur
  • Lifestyle
  • Opini
No Result
View All Result
Lintasbuton.com
No Result
View All Result
Home Buton

Nelayan Luar Ancam Kearifan Lokal dan Penghidupan Nelayan Desa Kondowa, Warga Minta Pemda Buton Bertindak

Nelayan Luar Ancam Kearifan Lokal dan Penghidupan Nelayan Desa Kondowa, Warga Minta Pemda Buton Bertindak

Admin by Admin
1 Mei 2025
in Buton, Daerah, Hukum & Kriminal, News, Politik
0
0
SHARES
110
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Butonpos.com, Pasarwajo – Masyarakat nelayan di Desa Kondowa, Kabupaten Buton, semakin resah dengan kehadiran nelayan dari luar daerah yang kerap memasuki wilayah tangkap tradisional mereka. Aktivitas ini tidak hanya mengancam penghidupan nelayan lokal, tetapi juga merusak tatanan kearifan lokal yang telah dijaga secara turun-temurun.

Nelayan setempat mengeluhkan masuknya nelayan luar dengan kapal berukuran di atas 8 Gross Ton (GT) dan alat tangkap modern yang telah berdampak langsung terhadap hasil tangkapan mereka. Kapal-kapal besar tersebut sering melaut di area yang selama ini menjadi sumber utama mata pencaharian warga.

Related posts

27 Januari 2026
Musda XI Golkar Buton Resmi Digelar, Usung Tema “Golkar Solid Indonesia Maju”

Musda XI Golkar Buton Resmi Digelar, Usung Tema “Golkar Solid Indonesia Maju”

24 Januari 2026

“Dulu kami bisa pulang melaut dengan hasil yang cukup untuk keluarga. Sekarang, jangankan lebih, untuk makan saja kadang tidak cukup karena laut kita sudah ‘dipanen’ duluan oleh nelayan luar,” keluh seorang nelayan setempat.

Selain menurunkan hasil tangkapan, aktivitas penangkapan masif oleh nelayan luar juga sering mengakibatkan harga ikan di pasar tradisional menjadi anjlok. Hal ini membuat nelayan lokal semakin terpukul, karena harga jual tidak sebanding dengan biaya operasional melaut.

Ironisnya, pernah ada aktivis lokal yang mencoba mempertanyakan izin operasi kapal-kapal besar tersebut, namun justru mendapat jawaban bahwa hal itu bukan menjadi domain pemerintah daerah. “Kami sudah pernah pertanyakan, tapi katanya itu bukan urusan mereka. Katanya, itu kewenangan Dinas Perikanan Provinsi,” ujar seorang warga yang juga tergabung dalam kelompok pemuda nelayan.

Dalam persoalan ini, pihak-pihak yang memiliki wewenang seperti Dinas Perikanan Provinsi dan Polisi Perairan (Pol Air) diharapkan bisa bersikap tegas dan hadir memberikan perlindungan terhadap nelayan tradisional. Warga menilai, jika hal ini terus dibiarkan, maka keberlangsungan hidup masyarakat pesisir akan semakin terancam.

Permasalahan ini bukan hanya dirasakan oleh Desa Kondowa, namun juga telah menyeret beberapa desa pesisir lainnya yang mengalami kondisi serupa. Nelayan dari desa-desa tetangga pun mengeluhkan penurunan hasil tangkapan dan persaingan tidak sehat yang ditimbulkan oleh kehadiran kapal-kapal besar dari luar daerah.

Masyarakat semakin khawatir, sebab jika semua persoalan terus dilempar ke provinsi tanpa tindakan di tingkat daerah, maka akan timbul ketimpangan perlindungan dan kebijakan di tingkat bawah. “Kalau begini terus, bagaimana dengan nasib kami? Semua dilempar ke provinsi, sementara kami di sini yang langsung merasakan penderitaannya,” ujar seorang nelayan setempat.

Lebih lanjut, warga juga menegaskan bahwa mereka tidak ingin masalah ini menjadi lahan bisnis oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang hanya mementingkan isi kantong pribadi tanpa memikirkan penderitaan nelayan kecil. Mereka mendesak agar segala bentuk penyalahgunaan wewenang yang memperbolehkan kapal luar masuk tanpa izin segera diusut.

“Kami bukan menolak investasi, tapi tolong jangan korbankan hak hidup kami. Jangan sampai laut yang menjadi sumber kehidupan kami ini dijual ke pihak-pihak yang hanya tahu untung pribadi,” tegas seorang warga.

Warga Desa Kondowa dan desa-desa terdampak lainnya mendesak Pemerintah Kabupaten Buton, aparat kepolisian laut, dan Dinas Perikanan Provinsi untuk segera mengambil langkah tegas, baik melalui penegakan batas wilayah tangkap tradisional, pembatasan kapal besar,

Redaksi Butonpos – Samsul 

Previous Post

Bupati Buton Jajaki Dukungan Pusat untuk Percepatan Pembangunan Daerah

Next Post

Dedi Mulyadi, Pemimpin Sederhana yang Tegas dan Berpihak pada Rakyat

Next Post
Dedi Mulyadi, Pemimpin Sederhana yang Tegas dan Berpihak pada Rakyat

Dedi Mulyadi, Pemimpin Sederhana yang Tegas dan Berpihak pada Rakyat

RECOMMENDED NEWS

Korcam LAKI Siotapina Desak Penertiban Acara Joget & Miras Picu Kriminalitas dan Ganggu Ketertiban Umum

Korcam LAKI Siotapina Desak Penertiban Acara Joget & Miras Picu Kriminalitas dan Ganggu Ketertiban Umum

11 bulan ago
Pemkab Buton Gelar Operasi Pasar di Pasar Kaloko dan Pasar Sabo untuk Kendalikan Harga Bahan Pokok

Pemkab Buton Gelar Operasi Pasar di Pasar Kaloko dan Pasar Sabo untuk Kendalikan Harga Bahan Pokok

1 tahun ago
Putusan Musyawarah Adat Desa Koholimombono Di Nilai Tidak Etis, dan Tidak Berperikemanusiaan Diduga Bertentangan Dengan Konsitusi

Putusan Musyawarah Adat Desa Koholimombono Di Nilai Tidak Etis, dan Tidak Berperikemanusiaan Diduga Bertentangan Dengan Konsitusi

1 tahun ago
Bupati Buton Hadiri Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Kendari

Bupati Buton Hadiri Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Kendari

12 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Buton
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Kultur
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pasar wajo
  • Politik

POPULAR NEWS

  • Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Lahan 30 Hektar di Awainulu: Rencana Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Dimulai Tahun 2026

    Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Lahan 30 Hektar di Awainulu: Rencana Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Dimulai Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telah Terjadi Penikaman di Wolowa Baru, Satu Warga Tewas di Tempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Bendahara Inspektorat Buton Resmi Jadi Tersangka Korupsi, Kejari Ungkap Kerugian Negara Rp412 Juta dari Belanja Perjalanan Dinas TA 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Aspirasi Pegawai ASN kabupaten Buton Akan Menggelar Aksi Damai Perjuangkan Hak Pegawai Di Kantor DPRD Kabupaten Buton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan PARABELA OGENA Oleh KESULTANAN BUTON Kepada Alimani,S.Sos,,M.Si

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Lintasbuton.com

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Recent News

  • (tanpa judul)
  • Musda XI Golkar Buton Resmi Digelar, Usung Tema “Golkar Solid Indonesia Maju”
  • Aset Jalan Stadion 2 Resmi Diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Buton

Category

  • Buton
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Kultur
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pasar wajo
  • Politik

Recent News

27 Januari 2026
Musda XI Golkar Buton Resmi Digelar, Usung Tema “Golkar Solid Indonesia Maju”

Musda XI Golkar Buton Resmi Digelar, Usung Tema “Golkar Solid Indonesia Maju”

24 Januari 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Pasang Iklan

© 2024 Lintasbuton.com - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • HuKrim
  • EkoBis
  • Kultur
  • Lifestyle
  • Opini

© 2024 Lintasbuton.com - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In