Butonpos.com – Dalam rangka mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta mengevaluasi kondisi keamanan dan sosial kemasyarakatan, Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha, S.H., S.I.K., M.M., Tr. melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah hukum Polsek Wabula, Kabupaten Buton. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial dan komunikasi langsung dengan masyarakat serta jajaran di tingkat bawah.
Sebelum tiba di Wabula, Kapolres Buton terlebih dahulu singgah di Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula. Di desa ini, Kapolres Buton membagikan bantuan sosial (bansos) kepada dua warga yang tidak mampu, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Penyerahan bansos dilakukan bersama Ketua Bhayangkari Cabang Buton, Ny. Viera Ali Rais, serta ibu-ibu Bhayangkari lainnya. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut: Kepala Desa Koholimombono La Amiri, Parabela Koholimombono, Kapolsek Wabula Iptu H. Jufri, serta tokoh masyarakat setempat.
Kunjungan kerja ini juga diikuti oleh para Kabag, jajaran staf, serta Bhayangkari Polres Buton yang turut serta dalam agenda sosial dan kemasyarakatan. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Wabula.
Hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut para kepala desa se-Kecamatan Wabula, perwakilan tokoh masyarakat, Camat Wabula, dan Kepala Puskesmas Wabula, Udin Ema. Kehadiran unsur pemerintah dan tokoh masyarakat ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung keamanan dan kemajuan daerah.

Pesan Penuh Makna dari Kapolres Buton
Dalam pidatonya yang berlangsung pada 14 Juni 2025 pukul 09:00 wita Kapolres Buton menyampaikan pesan-pesan mendalam yang menyentuh akar persoalan pembangunan dan keamanan wilayah:
“Ya karena ternyata Polres Buton ini mempunyai dua kabupaten. Tapi itu semuanya justru membuat kami bisa lebih mengenali masyarakat di kedua kabupaten ini. Walaupun dulu sebenarnya ini adalah satu wilayah, yaitu Kabupaten Buton, yang dulunya meliputi wilayah yang sekarang telah terpecah-pecah menjadi Buton Selatan, Muna, Wakatobi, dan lainnya.”
Ia menjelaskan bahwa pemekaran daerah bertujuan agar pembangunan lebih fokus dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Namun, keberhasilan tetap sangat tergantung pada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
“Yang pertama sebenarnya, dasarnya adalah aman. Kenapa saya bilang begitu? Karena kalau satu hari saja ada kerusuhan—contohnya—anak sekolah tidak bisa sekolah, nelayan tidak bisa melaut, ASN tidak bisa berkantor. Semua sendi ekonomi dan aktivitas masyarakat itu bergantung pada rasa aman.”
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa “kuncinya cuma empat kata, yaitu: aman”. Ia menekankan bahwa keamanan tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan butuh keroyokan dari seluruh elemen masyarakat.
“Rasa aman itu harus kita ciptakan bersama. Tidak bisa hanya Babinsa, tidak bisa hanya kepala desa, tidak cukup hanya polisi atau Koramil. Harus semuanya. Ini adalah gotong royong. Filsafat kita sejak dulu adalah gotong royong, dan dengan gotong royong, hasilnya akan lebih baik dan lebih enak dijalankan.”
Ia juga mengajak masyarakat untuk jujur melihat kondisi daerah:
“Kenapa kecamatan lain bisa maju, sementara kita hanya begitu-begitu saja? Kita harus jujur melihat kekurangan, dan dengan rasa aman yang kita jaga bersama, orang luar bisa masuk, bisa membeli hasil laut dan komoditas lain yang kita punya.”
Disebutkan pula bahwa kunjungan kali ini adalah yang kelima kalinya ke Polsek Wabula, dan berbeda dari sebelumnya, kali ini Kapolres memanfaatkan momentum untuk berdialog langsung dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, aparat desa, dan unsur TNI.
“Saya ingin bertemu langsung dengan rekan-rekan satu mikiran, satu tugas, agar kita sepakat bahwa keamanan adalah milik bersama, dan tanggung jawab bersama.”
Kepedulian Sosial Jadi Agenda Penting
Agenda pembagian bansos di Desa Koholimombono menjadi bagian penting dalam kunjungan kerja ini. Dua warga yang membutuhkan menerima bantuan langsung dari Kapolres Buton. Kegiatan ini turut disaksikan oleh Kepala Desa La Amiri, Parabela Koholimombono, dan Kapolsek Wabula Iptu H. Jufri, yang memberikan apresiasi atas perhatian Kapolres Buton terhadap masyarakat desa mereka.

Kunjungan Wisata dan Penutup
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Pemandian Alam Topa di Desa Wabula dan Wisata Laut Lahunduru di Desa Wasuemba. Di lokasi ini, rombongan Polres dan Bhayangkari bertemu dengan para kepala desa, tokoh masyarakat, serta aparatur pemerintah setempat, dalam suasana santai sambil menikmati kuliner khas pesisir.
Kunjungan kerja Kapolres Buton ke Kecamatan Wabula mencerminkan pendekatan menyeluruh dalam menjaga stabilitas daerah: keamanan, sosial, dan kemanusiaan. Dengan pesan utama “kuncinya cuma empat kata, yaitu: aman,” AKBP Ali Rais Ndraha mengajak seluruh pihak bergotong royong menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif demi kemajuan bersama.








