LintasButon.com, Jakarta – Pasca kebakaran yang menghancurkan seluruh bangunan Pasar Kaloko pada 29 Desember 2025 lalu, Bupati Kabupaten Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Iqbal Shoffan Shofwan dan Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Sri Sugy Atmanto di Jakarta pada siang hari ini. Kunjungan tersebut menjadi salah satu upaya Pemda Buton untuk mengajukan usulan revitalisasi pasar rakyat yang kini hanya tersisa reruntuhan di Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasarwajo, sekaligus menggariskan langkah pemulihan ekonomi bagi ratusan pedagang terdampak.
Hadir menemani Bupati dalam pertemuan tersebut adalah Pejabat Penjabat Sekretaris Daerah Buton La Ode Syamsudin, S.Pd., M.Si, Kepala Dinas Perdagangan Asruddin, Tenaga Ahli Bupati Bidang Organisasi dan Kelembagaan Rahmat Hasan, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Saya menjelaskan secara rinci bahwa Pasar Kaloko sudah rata dengan tanah – tidak ada satu pun struktur yang bisa digunakan lagi. Padahal sebelum musibah melanda, kami sudah memiliki konsep revitalisasi. Sekarang, kami hanya berharap bantuan bisa segera terealisasi, bukan hanya jadi rencana yang tergeletak di lembar kertas,” ucap Bupati Alvin dengan nada tegas.

Menurutnya, jika usulan ini dapat diterima, perekonomian lokal di ibukota Kabupaten Buton diharapkan bisa segera bangkit, dan para pedagang terdampak bisa kembali menjalankan aktivitasnya di bangunan yang lebih layak serta representatif. Target utama Pemda adalah mengembangkan pasar ini menjadi sarana perdagangan modern yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing pedagang kecil dan menengah lokal.
“Kami menyadari kondisi keuangan baik pusat maupun daerah belum optimal saat ini, jadi jika tidak bisa direalisasikan tahun ini, kami berharap bisa masuk dalam prioritas tahun depan. Tentunya ada sejumlah administrasi yang harus disiapkan, termasuk audit forensik kebakaran oleh pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut,” tambahnya.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri menyampaikan dukungan terhadap upaya pemulihan, dan menyebutkan bahwa tim gabungan dari Kemendag dan Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan kunjungan lokasi dalam waktu dekat untuk mengevaluasi kondisi secara langsung. Selain itu, pihak pusat juga akan memberikan panduan teknis terkait standarisasi pasar yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan potensi yang ada.

Untuk diketahui, Pasar Kaloko merupakan pasar milik pemerintah dengan status tipe C yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pasar modern yang memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI). Rencana pengembangan juga mencakup penyediaan fasilitas pendukung seperti area parkir, tempat ibadah, dan ruang penyimpanan barang agar dapat memenuhi kebutuhan seluruh pelaku usaha dan masyarakat. Saat ini, ratusan pedagang terdampak masih berjualan di sekitar lokasi lama dengan fasilitas yang sangat minim, menunggu kabar baik dari proses usulan yang diajukan.








