Pimred Butonpos: Samsul
Butonpos.com,Dongkala – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton kembali melaksanakan program unggulannya, Jaksa Masuk Sekolah, di SMP Negeri 8 Buton pada Jumat, 16 Mei 2025. Mengusung tema “Membangun Kesadaran Hukum Sejak Dini di Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus empati, menyusul wafatnya Wakil Kepala Sekolah SMPN 8 Buton sehari sebelumnya.

Jadwal kegiatan semula direncanakan pukul 10.00 WITA, namun dimajukan menjadi pukul 09.00 WITA sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas terhadap suasana duka di lingkungan sekolah.
Sambutan Penuh Haru dari Kepala Sekolah
Kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah SMPN 8 Buton, Siti Mahuse, yang menyampaikan apresiasi kepada pihak Kejaksaan atas kepedulian dan semangat edukatif yang tetap dihadirkan meski dalam suasana berkabung.
“Di tengah suasana kehilangan, kehadiran Kejaksaan membawa semangat dan penguatan nilai-nilai hukum serta moral kepada anak-anak kami,” ujar Siti.
Ucapan Duka dan Kepedulian dari Kejari Buton
Mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Buton, Kasi Intelijen Kejari Buton Norbertus Dhendy R.P., SH., MH. menyampaikan belasungkawa atas kepergian almarhum Wakil Kepala Sekolah. Ia menegaskan bahwa kehadiran jaksa bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat.
“Kami hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai mitra masyarakat. Kehilangan ini adalah duka kita bersama,” ungkap Norbertus.
Edukasi Hukum dengan Pendekatan Humanis
Sebanyak 30 siswa dari berbagai kelas mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Norbertus memberikan pemahaman bahwa jaksa tidak hanya bertugas di ruang sidang, tetapi juga memiliki peran dalam edukasi hukum, pendampingan masyarakat, hingga pengawasan proyek strategis negara.
Materi pertama disampaikan oleh Astri Rochana, SH dan Aliza Orizkiana, SH, yang memperkenalkan profil dan tugas-tugas pokok Kejaksaan Negeri Buton.
Selanjutnya, Franca Moniqa Sayangi, SH., Kasubsi Pra Penuntutan Pidana Umum, menyampaikan materi mengenai perlindungan hukum terhadap anak serta bahaya penyalahgunaan media sosial. Ia mengajak para siswa untuk berani bersuara jika mengalami perundungan, kekerasan, atau ancaman digital.
Dialog Reflektif dan Penuh Antusias
Meski dalam suasana duka, para siswa menunjukkan semangat luar biasa. Mereka aktif berdialog, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman, membuktikan bahwa hukum bisa dipelajari dengan pendekatan yang menyenangkan dan menyentuh hati.
Membangun Generasi Sadar Hukum
Program Jaksa Masuk Sekolah ini menjadi bukti pentingnya keterlibatan langsung institusi hukum dalam membangun karakter dan kesadaran hukum generasi muda.
Harapan Ke Depan
Diharapkan program ini dapat terus menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Buton, agar semakin banyak pelajar tumbuh sebagai generasi yang memahami hukum, menjunjung nilai empati, serta memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
Butonpos 16/5/2025









